WE ARE SHARE WHO WE ARE KNOW

Tsar Peter I Yang Agung (Sang Pembaharu dan Pembangun Kekaisaran Rusia)

Share on :
Assalamualaikum para pembaca blog,kali ini saya akan mengupas kisah tentang Tsar Rusia,yakni Tsar Peter I,dari artikel yang saya dapatkan dari teman saya bung Byoma G.silahkan dibaca...


Tsar Peter I dikenal pula dengan sebutan Peter The Great atau Peter Yang Agung merupakan Tsar yang dinilai paling berpengaruh dalam sejarah Rusia. Dibawah kepemimpinannya Rusia keluar dari keterbelakangan dan ketertinggalannya dari negara-negara Eropa lainnya dan keluar sebagai salah satu kekuatan militer dan industri yang terkemuka. Proses modernisasi Peter telah membawa Rusia menjadi salah satu kekuatan yang diperhitungkan dalam sejarah.

Peter lahir pada 1672 di Moskow ibukota Rusia merupakan anak satu-satunya dari pasangan Tsar Alexis dan istri keduannya Natalia Narishkina. Peter masih sangat muda ketika ayahnya meninggal dan dirinya terpaksa mengasingkan diri sebagai akibat adanya pergulatan panjang dalam perolehan tahta Ketsaran Rusia. Alexis ayah dari Peter sendiri memilki 13 anak dari pernikahaan pertamanya sehingga tidak heran pergulatan panjang terjadi dalam kekuasaan pada masa itu. Selama bertahun-tahun, Sophia saudara tiri dari Peter berkuasa sebagai Tsarina Rusia yang sifatnya hanya sementara karena Peter sendiri masih terlampau muda untuk menjadi seorang Tsar. Barulah pad atahun 1689, ketika Sophia meletakkan jabatannya maka Peter diangkat sebagai Tsar Rusia.

Pada masa itu Rusia bukanlah negara yang seperti kita bayangkan sekarang. Rusia sangatlah lemah, dan dari segi pengetahuan-teknologi Rusia sangat jauh tertinggal. Rusia bukanlah negara adikuasa namun hanya negara dengan pengaruh terbatas yang dikelilingi oleh Kekaisaran Swedia yang menguasai Skandinavia, Baltik serta wilayah Pomerania Barat , Wismar, Bremen, dan Verden yang didapatnya setelah perang 30 tahun. Di selatan Rusia terdapat Kekaisaran Ottoman yang didirikan oleh orang-orang Turki. Sebuah negara yang sangat kuat semenjak keberhasilannya menaklukan Constantinopel. Rusia jika dilihat dari posisi kedua kekuatan besar dunia tersebut maka keadaannya sangatlah kecil.

Rusia memang tidak pernah merasakan Renaissance sehingga tidak ada yang namanya abad pencerahan di Rusia. Di Eropa Barat abad pencerahan telah melahirkan raksasa seperti Inggris dan Prancis sementara di Eropa Latin ada Imperium Spanyol dan Portugal pelopor dari penjelajahan dunia. Rusia tidak ubahnya sebagai negara Abad pertengahan yang tersisa ditengah-tengah kelahiran kembali Eropa pasca Abad Kegelapan.

Peter sebagai Tsar Rusia, berniat untuk mengubah Rusia menjadi negara yang kuat dan moderen sebagaimana negara-negara Eropa lainnya. Untuk keperluan itu, Peter tidak segan-segan untuk melakukan perjalanan ke Eropa Barat untuk mempelajari sendiri bagiamana pertumbuhan kekuatan Eropa semenjak keruntuhan dominasi Gereja Katolik Roma. Peter bahkan menyamar sebagai sebagai tukang kayu dan bekerja di Perusahaan Dagang Hindia Timur Belanda (VOC) di negri Belanda. Peter bahkan bekerja di Angkatan Laut Inggris dan mempelajari bagaimana Inggris sukses membangun angkatan lautnya. Peter juga mempelajari persenjataan dari Prusia yang merupakan salah satu negara yang cukup maju dalam bidang persenjataan. Selama menjalankan misinya tersebut Peter menggunakan nama samaran (Pyotr Mikhaylov) dan membawa 250 orang bersamanya. Ia rela melakukan apa saja demi ilmu yang didapatnya untuk membangun Rusia. Ia mempelajari segala struktur baik itu kebudayaan, ilmu pengetahuan, administrasi pemerintahan serta industri-industri yang berkembang di Eropa Barat.

Pada tahun 1698, Peter kembali dari misi besarnya tersebut ke Rusia. Begitu tiba di Rusia, ia segera merencanakan program pembangunan kembali Rusia. Untuk keperluan itu, ia mendatangkan para ahli dari Eropa Barat guna membantu pengenalan teknologi di Rusia. Ia juga menyekolahan anak-anak Rusia ke Eropa Barat untuk menyerap ilmunya dan membawanya kembali ke Rusia untuk kepentingan Rusia. Pembangunan berkembang sangat pesat pada masa pemerintahan Peter. Kota-kota industri mulai tumbuh, teknologi dengan pesatnya berkembang berkat kebijakan-kebijakan pembangunan yang spektakuler dari Tsar Peter I.

Di bidang militer, reformasi militer Peter ditunjukkan dengan pembangunan Angkatan Bersenjata yang moderen. Angkatan Laut Rusia dikembangkan secukupnya dan Angkatan Daratnya dikembangkan dengan meniru pola pelatihan di Eropa Barat. Peter juga membekali pasukannya dengan senjata-senjata moderen dan memberikan seragam-seragam militer yang sama dengan yang dimiliki tentara di negara-negara Eropa Barat. Peter juga melakukan berbagai perubahan di sektor administrasi sipil, termasuk perombakan yang sensitif tentang peningkatan pegawai sipil berdasar hasil karyanya di kantor, bukan berdasar pangkat keturunan.

Dalam bidang sosial, Peter juga mencoba menerapkan konsep-konsep Eropa Barat. Para pria diharuskan mencukur jenggotnya (walau kemudian aturan tersebut diubah), para pria di pengadilan diwajibkan berpakaian seperti pria-pria pengadilan di Eropa Barat. Peter juga melarang rokok dan juga kopi. Walau pada mulanya kebijakan Peter menemui banyak tantangan, namun sedikit-demi sedikit Rusia akhirnya bergerak menuju arah modernisasi seperti yang dicita-citakan oleh Peter.

Peter juga melakukan pengawasan terhadap Gereja Orthodox Rusia. Meski bukan berarti Peter seorang anti Gereja, namun Peter beranggapan bahwa kekuasaan Gereja sudah layaknya dibatasi sebagai langkah awal modernisasi (Eropa pada masa abad kegelapan terkendala oleh Gereja sebagai kekuatan utama sehingga menyebabkan pengetahuan semakin tersingkirkan). Peter juga banyak membangun sekolah-sekolah yang mendorong kemajuan ilmu pengetahuan. Dia juga memperkenalkan penanggalan Yulian dan memodernisir abjad Rusia. Di masa pemerintahannya, surat kabar pertama terbit di Rusia.

Selain pembaharuan-pembaharuan di dalam negri, Peter juga berniat untuk melakukan pembaharuan di bidang luar negri. Di bidang politik luar negri, Peter berniat menjadikan Rusia sebagai kekuatan politik yang menentukan di kawasan Eropa. Untuk itu Peter harus berhadapan dengan Kekaisaran Ottoman di Selatan dan Kekaisaran Swedia di Utara yang merupakan kekuatan besar Eropa yang mengelilingi Rusia pada masa itu. Rusia pada mulanya terlibat perang dengan Ottoman Turki dan sukes menguasai pelabuhan Azov yang memberikan akses Rusia ke Laut Hitam, namun pada tahun 1711, Ottoman Turki berhasil merebut kembali pelabuhan Azov dari tangan Rusia. Di wilayah lainnya, Peter juga memutuskan untuk menantang kekuasaan Swedia yang saat itu berada dibawah Kaisar Karl XII. Peter menggabungkan Rusia dalam aliansi anti Swedia bersama Kerajaan Bersatu Polandia-Lithuania-Saxony dan Kerajaan Bersatu Denmark-Norwegia yang pada tahun 1700 menyebabkan pecahnya Perang Besar Utara (The Great Northen War).  Pada mulanya angkatan bersenjata Rusia mengalami kekalahan disebabkan oleh kuatnya angkatan bersenjata Swedia. Swedia sebagai negara terkuat di masa itu memiliki berbagai macam pengalaman tempur yang menganggumkan yang membuatnya mampu menjadi kekaisaran besar di Eropa sehingga wajar saja, Swedia memiliki militer yang jauh lebih kuat daripada Rusia. Namun kekalahan tersebut tidak membuat Peter menyerah. Ketika Swedia berpaling pada musuh-musuh lainnya, Peter mencoba membangun kembali angkatan bersenjatanya untuk melakukan perlawanan balasan kepada Swedia. Pada akhirnya, Rusia berhasil mengalahkan pasukan Swedia dalam pertempuran berikutnya yang sangat menentukan di Poltava pada tahun 1709 dan sesudahnya aliansi gabungan berhasil mendesak Swedia hingga perang berakhir pada tahun 1712.

Akhir peperangan tersebut benar-benar membawa dampak postif besar bagi Rusia dibawah pemerintahan Peter I. Rusia menguasai negara-negara Baltik dan Finlandia yang sebelumnya berada dibawah kekuasaan Kekaisaran Swedia. Meskipun wilayah yang direbut Rusia tidaklah besar, namun Rusia berhasil membuka akses ke laut Baltik yang kemudian menjadi jendela Rusia untuk ke Eropa. Di tepi Sungai Nava, wilayah yang pernah dikuasai Kekaisaran Swedia tersebut, Peter lalu membangun sebuah kota bernama Saint Petersbug (yang kemudian diubah menjadi Leningrad setelah Komunis menguasai Rusia). Peter juga memindahkan pusat pemerintahannya dari Moskow ke Saint Petersbug dan Saint Petersbug kemudian menjadi kota yang menjembatani Rusia dan Eropa Barat.

Dalam masa pemerintahannya, Peter bukannya tidak menghadapi kesulitan. Banyak penetang yang kemudian berbuah menjadi pemberontakan dimasanya akibat kebijakan pembaharuannya tersebut. Pemberontakan-pemberontakan tersebut berhasil ditumpas oleh Peter tanpa ampun demi mewujudkan sebuah Rusia baru, Rusia yang besar dan kuat serta Rusia yang disegani dan ditakuti oleh lawan-lawannya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa Peter I yang kemudian diberi gelar Peter Agung merupakan Tsar Rusia yang paling besar pengaruhnya dalam sejarah Rusia. Dibawah pemerintahannya tidak hanya Rusia menjelma menjadi kekuatan yang moderen namun Peter juga mampu merubah Rusia dari negara kerajaan yang kecil menjadi sebuah kekaisaran yang besar. Rusia telah menjelma menjadi kekuatan besar di Eropa menyusul jatuhnya Kekaisaran Swedia setelah Perang Besar Utara (The Great Northen War). Peter sendiri telah berhasil menanamkan fondasi-fondasi kekuatan Rusia yang membuat Rusia menjadi sebuah kekuatan besar dunia yang kita kenal saat ini. Tanpa jasa Peter, Rusia mungkin bukanlah apa-apa dan tidak akan pernah menjadi kekuatan besar seperti yang kita ketahui saat ini.

SOURCES :
 - Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah oleh Michael H. Hart
 - https://www.facebook.com/notes/das-bumorix/tsar-peter-i-yang-agung-sang-pembaharu-dan-pembangun-kekaisaran-rusia/1466257130276543

0 komentar on Tsar Peter I Yang Agung (Sang Pembaharu dan Pembangun Kekaisaran Rusia) :

About

mein_liebe.inc. Diberdayakan oleh Blogger.

Search

Translate