WE ARE SHARE WHO WE ARE KNOW

KAMP KEMATIAN EISHENHOWER (PART 2)

Kamp Kematian Eisenhower (Part 2)

Pada 8 Mei 1945, hari kemenangan sekutu atas
Jerman, saya memutuskan merayakannya bersama beberapa tahanan yang biasa
memanggang roti untuk para tawanan. Pada hari itu mereka semua bisa menikmati roti sebanyak yang mereka bisa makan. Kami pun menyangka itu adalah hari terakhir penderitaan dalam kamp tawanan dan kami semua bisa segera pulang ke rumah, sebuah pangharapan
yang jauh dari kenyataan.
Saat itu kami berada di wilayah Perancis, dan
kami melihat kebrutalan tentara Perancis
terhadap para tawanan setelah penyerahan
tawanan kepada mereka untuk dijadikan sebagai
pekerja paksa. Namun, di hari itu, bagaimana pun kami semua bergembira karena berhentinya peperangan.
Sebagai bentuk persahabatan, saya mengosongkan senjata saya dan menyandarkannya di pojok ruangan, bahkan membiarkan para tahanan
bermain-main dengan senjata itu. Kami bernyanyi
bersama-sama, lagu-lagu yang mereka ajarkan
atau yang sudah saya kenal sajak sekolah di sekolah Jerman dahulu. “Du, du liegst mir im Herzen”.
Sebagai balasannya, para tawanan membuatkan
saya roti yang sangat spesial, satu-satunya bentuk
hadiah yang bisa mereka berikan. Saya membawanya dengan gembira ke dalam barak saya dan memakannya pada kesempatan pertama
saya mendapatkan privasi. Saya tidak pernah memakan makanan seenak roti itu. Saya percaya "keberkahan" Kristus telah merasuki saya pada saat itu, mempengaruhi saya untuk nantinya memilih kuliah di bidang filsafat dan agama. Tidak lama kemudian, sebagian dari tawanan dan sakit dan lemah dipindahkan dengan digiring oleh pasukan Perancis ke kamp kerja paksa. Kami
mengiringi di belakang rombongan dengan truk
pengangkut. Sesekali, sopir memelankan kendaraannya dan kemudian berhenti. Mungkin ia merasa shock seperti saya melihat apa yang terjadi terhadap para tawanan itu. Setiap kali ada tawanan yang tidak sanggup lagi berjalan, ia akan dipukul
kepalanya dengan pentungan hingga tewas dengan
berlumuran darah. Mayatnya disingkirkan ke tepi jalan untuk kemudian diangkut dengan truk. Bagi sebagian tawanan, mungkin "kematian cepat" itu adalah cara terbaik untuk menghindari penderitaan menjadi tawanan perang tentara sekutu pemenang perang.
Ketika akhirnya saya melihat para tawanan wanita
Jerman, saya bertanya pada komandan, mengapa
kami harus menjadikan mereka sebagai tawanan
pula. Ia menjawab, para wanita itu adalah para
"bibit terpilih" bagi para tawanan dari kesatuan SS
untuk menciptakan "ras super". Bagi saya, tidak
ada kelompok wanita yang semenarik mereka.
Tentu saya saya tidak berfikir mereka patut menjadi tawanan.

Saya tetap menjalankan fungsi sebagai
penerjemah, dan beberapa kali berhasil menghindarkan penangkapan yang tidak perlu. Salah satu kejadian yang cukup memalukan terjadi saat seorang petani tua diseret oleh beberapa
pengawal. Mereka mengatakan petani itu memiliki medali Nazi dan memperlihatkannya pada saya. Untungnya saya mempunyai daftar medali Jerman dan segera mengetahui bahwa orang tua itu mendapatkan penghargaan karena memiliki banyak anak. Bagi saya hal itu tidak membuatnya layak
mendapat hukuman menjadi tawanan pekerja paksa. Maka ia kemudian dilepas kembali.
Kelaparan juga mulai melanda rakyat Jerman.
Menjadi pemandangan biasa melihat para wanita
Jerman mengaduk-aduk tong sampah, mencari
sesuatu yang masih bisa dimakan. Namun itu jika
mereka tidak sedang dikejar-kejar.
Ketika saya mewawancarai beberapa walikota kecil
dan kepala dusun, mereka memberitahukan bahwa
persediaan makan mereka telah dirampas oleh
"orang-orang tersingkir", yaitu orang-orang asing
(yahudi) yang datang ke Jerman seusai perang.
Ketika saya melaporkan kejadian ini, saya justru
dibentak. Saya juga tidak pernah melihat petugas
palang merah berada di kamp tawanan, atau bekerja menolong penduduk, meski stand mereka yang menyediakan kopi dan donat selalu tersedia di manapun untuk kami. Sementara warga Jerman harus mempercayakan diri pada perbekalan yang
disembunyikan hingga musim panen berikutnya.
Kelaparan membuat para wanita Jerman lebih
mudah "didapatkan", namun demikian pemerkosaan lebih sering terjadi, seringkali diiringi dengan tindak kekerasan lain. Satu peristiwa yang paling tidak bisa saya lupakan adalah saat saya
melihat seorang gadis remaja belasan tahun yang
mukanya berdarah dipukul gagang senjata, kemudian diperkosa oleh dua tentara Amerika. Bahkan orang-orang Perancis memprotes
kegemaran pasukan Amerika memperkosa, perampasan serta melakukan tindakan kekerasan karena minuman keras. Di Le Havre kami
mendapat buklet berisi petunjuk yang menyebutkan bahwa para tentara Jerman telah memperlakukan tawanan Perancis dengan baik, dan karenanya tentara Amerika harus melakukan hal
yang sama. Dalam hal ini kita telah gagal total.
“So what?” beberapa tentara Amerika berkata.
“Kekejaman musuh lebih besar dari kita," tambahnya.
Memang benar pengalaman saya hanya mencakup
masa akhir perang di mana sekutu telah memenangkan peperangan. Kesempatan Jerman untuk berbuat kejam telah lenyap dan pindah ke
tangan kita. Namun dua kesalahan tidak akan
membuat satu kebaikan. Daripada meniru
kekeliruan musuh, kita harus menghentikan
lingkaran kekerasan dan dendam yang telah
menjangkiti dan menghancurkan nilai-nilai
kemanusiaan. Inilah sebabnya mengapa saya
berteriak keras sekarang, 45 tahun setelah kejahatan itu. Kita memang tidak mungkin bisa mencegah kejahatan perang yang dilakukan
individu per-individu. Namun kita bisa, jika kita
cukup keras berteriak, mempengaruhi kebijakan
pemerintah. Kita bisa menolak propaganda
pemerintah yang menggambarkan musuh kita
sebagai mahluk kotor. Kita bisa memprotes
pengeboman atas sasaran sipil yang masih saja
terjadi hingga kini. Dan kita pun bisa menolak
untuk membiarkan pembunuhan-pembunuhan
yang dilakukan pemerintah kita atas para tahanan
perang.
Saya memahami, sangatlah sulit bagi sebagian
besar warga negara untuk mengakui adanya
kejahatan perang yang begitu hebat seperti
kejahatan terhadap rakyat Jerman dalam Perang
Dunia 2, khususnya jika melibatkan mereka.
Bahkan tentara Amerika yang bersimpati kepada
para tawanan, takut untuk melakukan protes. Dan
bahaya tidak akan berhenti. Sejak saya berteriak
beberapa minggu lalu, saya telah menerima
beberapa kali ancaman telepon dan e-mail
sayapun telah "dihancurkan".
Namun ini memang setimpal. Menulis tentang
kekejaman perang telah menjadi pembebas atas
perasaan yang telah lama terpendam, sebuah
pembebasan, dan mungkin akan mengingatkan
para saksi lain bahwa "kebenaran akan
membebaskan kita, jangan takut." Kita bahkan
mungkin akan mendapat pelajaran luar biasa dari
hal ini: "hanya cinta yang bisa mengalahkan
segalanya."

SOURCE:
"Eisenhower’s Death Camps’: A U.S. Prison Guard’s Story"; Martin Brech; The Journal of
Historical Review , vol. 10, no. 2, pp. 161-166; dalam situs truthseeker.co.uk ; 16 Maret 2011

MESIN PENCETAK MAKANAN 3D


Anda lapar dan ingin mendapatkan burger dalam sekejap tanpa harus repot-repot memasaknya? Mungkin sudah saatnya Anda melirik ke Foodinie (gabungan dari food dan genie), pencetak makanan tiga dimensi. Mesin ciptaan Natural Machines yang berbasis di Barcelona ini menyatakan bahwa Foodini adalah gabungan dari teknologi, makanan, seni, serta desain.
Ide untuk menciptakan peranti ini didapatkan oleh Lynette Kucsma, rekan pendiri perusahaan, dari mesin pencetak tiga dimensi untuk kue dan cokelat ciptaan Emilio Sepulveda, sang pimpinan. Menurut Kucsma, salah satu bagian yang paling merepotkan dari memasak adalah meracik makanan. Dengan alat ini, ia berharap pengguna bisa mendapatkan makanan dengan bahan campuran yang masih segar, hingga mereka mendapatkan makanan yang lebih sehat, sekaligus menjauhkan diri dari produk kalengan.
foodini,makanan,printer,3dFoodini membuat burger selapis demi selapis, lalu harus dimasukkan ke dalam oven sebelum siap disantap. (Natural Machines)
Foodini berisi enam kapsul yang masing-masing berisi bahan yang berbeda. Bahan ini akan dikeluarkan dengan tekanan serta suhu yang berbeda-beda, lapis demi lapis membentuk makanan, burger misalnya. Namun, makanan yang dicetak oleh Foodini masih harus dimasukkan ke oven dan saat ini ia hanya bisa membuat satu jenis makanan dalam satu waktu.
Mesin pencetak ini akan dilengkapi dengan wi-fi hingga pengguna bisa menerima hal-hal terbaru terkait Foodini. Natural Machines juga mengembangkan peranti lunak yang bisa diakses semudah menggunakan ponsel. Nantinya, para pengguna juga bisa berbagi resep melalui perangkat ini.
Orang tua bisa mendesain makanan dengan bentuk yang menarik untuk anak-anak mereka dengan alat ini. Anak-anak juga bisa menulis sesuatu di atas roti atau kue mereka. Perangkat ini diharapkan bisa dilemparkan ke pasaran pada pertengahan 2014 dengan harga 835 euro atau sekitar 14 juta rupiah.
SOURCE:
http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/12/mesin-pencetak-makanan-3d

HASIL EKSKAVASI:PENEMUAN FOSIL MONSTER LAUT BERUSIA 130 JUTA TAHUN DI KOLOMBIA

Paleontolog asal Kolombia menemukan fosil hewan laut raksasa yang hidup di Bumi miliaran tahun lalu. Fosil monster itu ditemukan ketika paleontolog melakukan ekskavasi di Boyaca, wilayah di Kolombia. Wilayah tersebut selama periode Cretaeous (144 - 60 juta tahun lalu) dibanjiri oleh air.
Dinosaurus yang ditemukan merupakan golongan Plesiosaurus, reptilia raksasa yang hidup di lautan belahan selatan Bumi, saat Bumi jauh lebih hangat dari saat ini.
Maria Paramo, paleontolog yang menemukan fosil ini, mengatakan, "Hewan ini hidup sekitar 130 juta tahun lalu. Saat itu, hampir setengah Kolombia dibanjiri air lautan yang pada bagian barat bertahan hingga akhir masa Cretaceous."
Diberitakan International Business Times, Senin (9/12), Plesiosaurus yang ditemukan berukuran hampir delapan meter. Fosil yang sama pernah ditemukan di Australia, Amerika Utara, Antartika, dan Eropa.
Plesiosaurus adalah predator lautan yang memakan ikan. Hewan ini bisa tumbuh hingga sepanjang 15 meter, memiliki tubuh yang lebah dan ekor kecil. Organ geraknya berevolusi sehingga memiliki empat sirip yang didayai oleh otot yang kuat.
Kelompok dinosaurus ini mulai eksis dari 204 juta tahun lalu, tetapi kemudian punah bersama dinosaurus lain pada 66 juta tahun lalu.
Plesiosaurus merupakan jenis dinosaurus pertama yang ditemukan oleh ilmuwan. Sejak abad 19, ilmuwan telah mengoleksi lebih dari 100 spesimen golongan ini:
SOURCE:
www.kompas.com
http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/12/hasil-ekskavasi-fosil-monster-laut-berusia-130-juta-tahun-di-kolombia

ASTEROID MUNGKIN KIRIMKAN MAKHLUK BUMI KE LUAR ANGKASA

Asteroid diduga pernah memusnahkan kehidupan di Bumi pada masa dinosaurus. Namun, tak diduga banyak kalangan, ternyata hantaman asteroid itu mungkin juga menyebarkan kehidupan ke benda langit lain di Tata Surya, alias menjadi asal muasal adanya kehidupan di luar angkasa, "alien", walau yang masih mikro.

Inilah yang terungkap dalam publikasi riset Rachel Worth dan timnya dari Pennsylvania State University dalam jurnal Astrobiology.

"Kami menemukan bahwa batuan yang mungkin membawa kehidupan mengirimkannya, baik dari Bumi maupun Mars, ke semua planet batuan di Tata Surya dan ke sistem Jupiter," kata Rachel seperti dikutip BBC, Rabu (11/12/2013).

Gagasan penyebaran kehidupan dari Bumi ke benda langit lain adalah modifikasi dari panspermia, yang dalam hal ini kehidupan berasal dari luar angkasa.

Panspermia telah banyak menarik perhatian astronom. Namun, kali ini, Worth berhasil menunjukkan dengan simulasi bahwa sangat mungkin bila asteroid yang menghantam Bumi kemudian menyebarkan material yang membawa kehidupan dan mendarat ke benda langit lain.

Dalam studi, Worth mengestimasi jumlah batu yang berukuran lebih dari 3 meter. Batuan yang dimaksud merupakan komponen asteroid yang menghantam Bumi dan terlempar lagi ke angkasa.

Ukuran 3 meter dipilih karena, menurut Worth, itu merupakan ukuran minimum batuan bisa melindungi mikroorganisme dari radiasi sinar Matahari dalam perjalanannya di ruang angkasa yang bisa mencapai 10 juta tahun.

Studi menunjukkan adanya tiga skenario dari batuan yang disebarkan ke antariksa sebagai hasil tumbukan.

Pertama, batuan itu berada di orbit dekat Bumi dan akhirnya jatuh lagi. Kedua, batuan ditarik oleh Matahari atau bergerak cepat hingga akhirnya melayang bebas, bahkan keluar dari Tata Surya. Ketiga, batuan melayang dan mendarat di benda langit lain.

Meski sangat kecil kemungkinannya, simulasi menunjukkan bahwa sangat mungkin batuan hasil tumbukan sampai ke benda langit lain.

Sekitar 6 batuan pernah mencapai bulan Jupiter, Europa. Meski air di Europa ditutupi es, sangat mungkin materi kehidupan yang terbawa menyelam ke dalamnya. Sementara itu, sebagian besar batuan, sejumlah 360.000, diprediksi telah sampai ke Mars.

Hantaman asteroid yang memusnahkan dinosaurus 66 juta tahun lalu, yang meninggalkan jejak berupa kawah Chicxulub di Meksiko, adalah salah satu yang diduga menyebarkan kehidupan.

Menurut perkiraan, sebanyak 70 miliar kilogram batu tersebar ke antariksa, dengan 20.000 kg di antaranya kemungkinan mencapai Europa. Peluang batuan yang sampai ke Europa untuk memantik kehidupan adalah 50 banding 50.

Sangat mungkin juga bahwa batuan itu sampai ke Mars. "Saya akan terkejut kalau kehidupan yang dibawa tidak sampai ke Mars," ucap Worth.

Bukan cuma pengiriman kehidupan dari Bumi ke Mars yang mungkin. Skenario sebaliknya juga bisa terjadi. Sekitar 3,5 juta tahun lalu, Mars hangat dan basah. Bila terbukti ada kehidupan saat itu, sangat mungkin kehidupan di Mars dikirim ke Bumi lewat hantaman asteroid.

Studi ini memberi pengetahuan dan wawasan tentang bagaimana manusia saat ini harus mencari kehidupan ke tempat selain Bumi.

"Setiap misi untuk mencari kehidupan di Titan (bulan Saturnus) atau bulan Jupiter harus mempertimbangkan apakah material biologis itu memang punya asal usul berbeda atau masih cabang dari pohon kehidupan di Bumi," kata Worth.
SOURCE:
www.kompas.com
http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/12/asteroid-mungkin-kirimkan-makhluk-bumi-ke-luar-angkasa

PETINGGI NAZI YANG DIKUBURKAN SECARA RAHASIA


Erich Priebke, yang menjalani hukuman tahanan rumah karena perannya dalam operasi Nazi Jerman akan dikuburkan secara rahasia di lokasi yang tak diumumkan setelah meninggal dunia di Roma pada pertengahan bulan Oktober lalu.

Menurut penuturan kuasa hukumnya, peti matinya ditahan pemerintah Italia dan dibawa ke sebuah pangkalan militer dekat Roma karena upacara pemakamannya dihentikan akibat aksi protes massa. Setelah itu aparat kota Roma melarang Priebke dimakamkan di wilayah kota.

Priebke diekstradisi dari Argentina dan dipenjarakan seumur hidup di Italia karena pembunuhan 335 warga sipil tahun 1944. Kesepakatan ini diterima pihak keluarga. "Serta memenuhi standar etik dan spiritual," kata pengacara Paolo Giachini, tentang kesepakatan penguburan rahasia tersebut.

Ia menambahkan penguburan akan dilangsungkan dalam upacara kecil untuk kerabat dekat. Lokasi penguburan tak diketahui. Namun menurut Giachini, mereka memiliki kontak untuk penguburan peti mati Priebke baik di Italia maupun di Jerman.

Seorang dokter ahli jantung sempat menawarkan untuk mengubur jasadnya di pekuburan keluarga sang dokter dekat kota Verona, namun wali kota setempat dikabarkan menolak usulan itu.

Penolakan juga datang dari Pemerintah Argentina, yang menolak menerima jenazah Priebke untuk dikuburkan dekat makam istrinya, meski di negeri itu Priebke hidup hampir selama 50 tahun sebelum diekstradisi ke Italia.

Kampung halamannya di Jerman juga menolak menerima penguburannya karena khawatir lokasi itu akan jadi tempat ziarah bagi pendukung neo-Nazi.

Pria ini adalah satu dari sekian perwira SS Nazi yang bertugas melakukan pembunuhan laki-laki dan anak-anak di Gua Ardeatine di Roma, Maret 1944. Pembunuhan itu merupakan salah satu kasus pembantaian terburuk di Italia selama Perang Dunia II. (Baca juga tentang kisah Himmler, Petinggi Nazi Paling Brutal dan Kejam)

Pembunuhan terhadap ratusan warga sipil ini dilakukan sebagai balasan atas terbunuhnya 33 tentara Jerman oleh pasukan perlawanan setempat. Meski mengakui perannya dalam pembantaian itu, Priebke tak pernah menyampaikan ungkapan penyesalan dan terus berdalih ia hanya menjalankan perintah dan ia mengatakan menerima perintah tersebut datang langsung dari Adolf Hitler.

Priebke diekstradisi ke Italia tahun 1994 setelah seorang wartawan penyelidik dari jaringan TV AS, ABC, berhasil melacaknya di Argentina. Tahun 1998 ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Namun karena mengaku terlalu tua dan sakit untuk dihukum ia lalu dijatuhi hukuman tahanan rumah..
SEBENARNYA INI BUKANLAH CONTOH YANG LAYAK DITIRU,KARENA MESKIPUN IA BURUK DI MASA LALUNYA,IA JUGA MANUSIA YANG PANTAS MENDAPATKAN PENGUBURAN YANG LAYAK
SOURCE:
http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/12/penjahat-nazi-yang-dikuburkan-secara-rahasia
bbc.co.uk

KAMP KEMATIAN EISHENHOWER (PART 1)


Di kamp tahanan Andernach
terdapat sekitar 50.000 tahanan dari berbagai umur.
Mereka ditempatkan di tempat terbuka dikelilingi kawat berduri. Para wanita
ditempatkan terpisah namun
tidak pernah saya lihat lagi
kemudian. Para tahanan laki-
laki yang saya jaga tidak
mempunyai atap maupun alas tidur. Mereka tidur di atas lumpur, basah dan
kedinginan, dengan jumlah wc yang tidak memenuhi
kebutuhan. Mereka menjalani
itu semua bertahun-tahun,
dari musim panas, gugur
hingga musim dingin. Dan
pada saat musim dingin, penderitaan karena
kedinginan sangat luar biasa.
Yang lebih mengejutkan adalah para tahanan
memasukkan rumput dan daun-daunan ke dalam
kaleng berisi seseduh sop. Mereka mengatakan
melakukannya untuk mengurangi rasa lapar
mereka. Maka dengan cepat mereka menjadi lemah
dan mengalami berbagai penyakit. Disenteri merajalela, dan banyak dari mereka harus tidur di
atas kotorannya sendiri karena terlalu lemah untuk
berjalan ke wc. Banyak dari mereka yang berteriak-teriak minta makanan, jatuh sakit, dan mati di depan mata kami. Kami mempunyak
banyak makanan, namun tidak melakukan apapun
untuk menolong mereka, termasuk memberikan
pertolongan medis.

==============

Pada bulan Oktober 1944, dalam usia 18 tahun,
saya bergabung dengan angkatan darat Amerika.
Karena berkecamuknya Pertempuran Bulge, masa
latihan saya dipersingkat dan segera dikirim ke Eropa. Setelah sampai di Le Havre, Perancis, saya langsung dimasukkan ke dalam kendaraan pengangkut dan dikirim ke medan peperangan. Saat saya sampai di sana, saya menderita gejala penyakit mononucleosis yang parah sehingga dikirim ke rumah sakit di Belgia. Dan karena
penyakit ini sering disebut sebagai “penyakit
ciuman”, saya mengirim surat kepada pacar saya
dan mengucapkan terima kasih kepadanya. Pada saat saya meninggalkan rumah sakit, kesatuan saya, Resimen 14 Infrantri, sedang terlibat perang hebat di jantung peperangan di Jerman, maka saya hanya ditempatkan di satuan penjaga depot cadangan meski saya memprotesnya dengan keras. Saya kurang respek dengan satuan baru
tempat saya bergabung karena bagi seorang
prajurit, kebanggaan sebenarnya adalah jika bisa
bergabung dengan satuan tempur. Kemudian pada bulan Maret atau awal April 1945 saya dikirim untuk mengawal tawanan perang
Jerman di sebuah kamp tawanan perang dekat
Andernach yang berada di tepi sungai Rhine. Saya
pernah belajar di sekolah Jerman selama 4 tahun
dan bisa berbahasa Jerman, meski berbicara
dengan tawanan adalah tindakan melawan hukum.
Namun kemudian saya dipercaya untuk menjadi
penerjemah bahasa Jerman dan ditugaskan untuk
mencari anggota satuan khusus yang tidak pernah
saya temukan di sana.
Di kamp tahanan Andernach terdapat sekitar 50.000 tahanan dari berbagai umur. Mereka ditempatkan di tempat terbuka dikelilingi kawat berduri. Para wanita ditempatkan terpisah namun
tidak pernah saya lihat lagi kemudian. Para tahanan laki-laki yang saya jaga tidak mempunyai atap maupun alas tidur. Mereka tidur di atas lumpur, basah dan kedinginan, dengan jumlah wc yang tidak memenuhi kebutuhan. Mereka
menjalani itu semua bertahun-tahun, dari musim
panas, gugur hingga musim dingin. Dan pada saat
musim dingin, penderitaan karena kedinginan sangat luar biasa.

Yang lebih mengejutkan adalah para tahanan
memasukkan rumput dan daun-daunan ke dalam
kaleng berisi seseduh sop. Mereka mengatakan
melakukannya untuk mengurangi rasa lapar
mereka. Maka dengan cepat mereka menjadi lemah
dan mengalami berbagai penyakit. Disenteri
merajalela, dan banyak dari mereka harus tidur di
atas kotorannya sendiri karena terlalu lemah untuk
berjalan ke wc. Banyak dari mereka yang berteriak-teriak minta makanan, jatuh sakit, dan mati di depan mata kami. Kami mempunyai
banyak makanan, namun tidak melakukan apapun
untuk menolong mereka, termasuk memberikan
pertolongan medis.
Dengan marah, saya memprotes komandan saya
untuk memberi perlakuan yang lebih manusiawi,
namun justru mendapatkan kemarahan darinya.
Setelah saya desak, ia mengaku mendapat perintah
dari komando tertinggi dengan perintah yang
sangat tegas. Tidak ada seorang pun perwira yang
berani menentang perintah itu. Menyadari protes
saya tidak berguna, saya meminta teman yang
bekerja di dapur untuk menyelipkan sejumlah
makanan kepada saya untuk dibagikan kepada para
tawanan. Namun ia juga menolak, berdalih
mendapat larangan keras dari "komandan tertinggi". Namun ia juga mengatakan ada banyak makanan tersisa yang bisa saya "selundupkan" sebagian.
Saat saya melemparkan makanan-makanan itu
melalui kawat berduri, saya ditangkap dan diancam
dengan hukuman penjara. Saya memprotes keras
penangkapan itu, dan seorang perwira mengancam
akan menembak saya. Saya menyangka itu hanya
gertakan sampai saya melihat dengan mata saya
sendiri seorang kapten menembak mati
segerombolan wanita Jerman dengan menggunakan pistol. Saat saya bertanya mengapa,
dengan enteng ia menjawab, "sasaran latihan!". Ia
terus menembak hingga pelurunya habis. Saat itu saya baru menyadari bahwa saya berurusan dengan para pembunuh berdarah dingin
yang dipenuhi dengan kebencian yang membuncah. Mereka menganggap orang Jerman sebagai mahluk rendah yang patut dibunuh.
Artikel-artikel di koran tentara, "Stars and Stripes"
turut mengkampanyekan penghancuran orang-
orang Jerman, dengan memblow-up kondisi
kamp-kamp tawanan untuk menjadikannya
sebagai sebuah kewajaran. Selain itu bagi para
prajurit yang tidak pernah bertempur di medan
perang, memperlakukan para tawanan secara
kejam dianggapnya bisa menunjukkan keberanian
mereka. Para tawanan itu, sejauh yang saya dapatkan,
sebagian besar adalah para petani dan pekerja
biasa, sebagaimana juga para tentara kita sendiri.
Seiring berjalannya waktu, sebagian besar dari
mereka berubah menjadi manusia zombie yang
kurus kering. Sebagian lagi berusaha melarikan diri
dengan cara seperti sengaja membunuh diri, hanya
untuk mendapatkan setangkup air segar Sungai
Rhine.

Mereka bergerak dengan sangat lambat. Sebagian
mereka, ketagihan rokok sebagaimana keinginan
mendapatkan makanan. Beberapa tentara Amerika
menjadikannya sebuah bisnis. Mereka memberikan
beberapa batang rokok untuk mendapatkan ganti
jam, kalung, cincin atau gelang milik tawanan. Saat
saya melemparkan beberapa kadus rokok ke dalam
kamp untuk "menghancurkan" bisnis tidak berperi kemanusiaan ini, saya diancam bunuh oleh
beberapa tentara termasuk perwira. Satu-satunya keindahan yang saya dapatkan di sana terjadi pada suatu malam saat saya bertugas dalam "sift kuburan" antara pukul 2 dan 4 dinihari.
Terdapat sebuah pekuburan di atas bukit tidak jauh
dari kamp tawanan. Komandan saya lupa
memberikan saya lampu sorot, dan saya pun tidak
merasa keberatan untuk tidak menggunakan lampu
sorot menjaga para tawanan untuk tidak melarikan
diri. Malam itu bulan bersinar sehingga saya bisa
melihat seorang tawananan merangkak keluar
menuju pemakaman. Kami diperintah untuk
menembak tawanan yang tampak berusaha
melarikan diri, namun saya tidak ingin melakukannya. Saya bergerak ke arahnya untuk memberi peringatan kepadanya agar kembali.
Tiba-tiba saja melihat tawanan yang lain
merangkak dari atas pekuburan kembali ke kamp
tawanan. Mereka menanggung resiko besar dengan melakukan semua itu, maka saya memutuskan
untuk menyelidikinya.
Saat saya memasuki pemakaman berbentuk
segitiga itu, saya merasa agak rentan, namun rasa
penasaran memaksa saya terus bergerak maju.
Namun meski saya sudah bergerak hati-hati, kaki
saya terantuk pada kaki seseorang yang tengah
merunduk bersembunyi. Terkejut, saya mengarahkan senjata untuk menembak, namun tidak saya lakukan. Orang yang tersandung kaki itu kemudian berdiri. Kemudian secara perlahan saya melihat jelas sosok di depan saya, seorang wanita
cantik dengan keranjang makanan di sampingnya,
berdiri dengan wajah pucat karena ketakutan. Saya
memberi isyarat bahwa saya tidak keberatan dengan tindakan wanita itu dan kemudian segera
meninggalkan tempat itu.
Saya melakukannya dengan cepat, berusaha tidak
membuat para tawanan ketakutan. Saya masih
terus teringat dengan peristiwa saat itu.
Membayangkan seperti apa rasanya berada dalam
posisi seperti para tawanan itu, bertemu dengan
wanita cantik yang baik hati dan berani mempertaruhkan nyawanya untuk menolong para tawanan. Saya tidak akan pernah bisa melupakan
wajah cantik itu.
Kemudian saya melihat semakin banyak tawanan
yang merangkak bolak-balik ke pemakaman itu,
membawa makanan dan membagi-baginya kepada
teman-teman mereka di dalam kamp. Seperti
wanita itu, mereka pun menanggung resiko yang
sangat serius, ditembak mati jika ketahuan
penjaga.

SOURCE:
Martin Brech; "In ‘Eisenhower’s Death Camps’: A U.S. Prison Guard’s Story"; The Journal of Historical Review , vol. 10, no. 2, pp. 161-166; dimuat dalam situs truthseeker.co.uk ; 16 Maret

KAPAL SELAM TERBESAR DI DUNIA BERHASIL DITEMUKAN




Para peneliti dari Hawaii baru saja menemukan sebuah bangkai kapal selam berukuran super besar yang diperkirakan merupakan peninggalan Perang Dunia II. Bangkai kapal selam ini milik Jepang yang berhasil dikandaskan AL Amerika Serikat pada 1946.

Seperti yang dilansir oleh CNN (4/12), para peneliti dari Hawaii Undersea Research Laboratory menemukan kapal dengan nama I-400 tersebut pertama kali menemukannya pada kedalaman 2,3 ribu kaki dari permukaan air di barat daya pantai Oahu. Penemuan ini juga tidak diperkirakan sebelumnya mengingat tempat tersebut tidak diketahui pernah ditenggelami kapal.

"Menemukannya di sana benar-benar diluar perkiraan kami. (Padahal) Semua peneliti yang berusaha mencarinya mencoba di laut yang lebih jauh lagi," kata Terry Kerby, direktur penelitian dan kepala pilot kapal selam dari Hawaii Undersea Research Laboratory.

Kapal selam ini sendiri memiliki panjang sekitar 121,92 meter dan merupakan yang paling besar yang pernah dibuat pada era nuklir. Tercatat, hanya ada dua kapal selam seperti ini yang pernah ada di dunia.

Tujuan dibuatnya I-400 sendiri adalah untuk menyerang daratan Amerika Serikat pada PD II yang kala itu jadi musuh utama Jepang. Namun, kapal ini tak pernah sama sekali digunakan untuk menyerang AS karena Jepang keburu menyerah setelah dua kotanya diserang oleh bom atom.

Saat itu, AL Amerika memutuskan untuk menenggelamkan kapal ini dengan tujuan agar teknologinya tidak jatuh ke musuh mereka. Pada masa itu, setelah Jepang dan Jerman runtuh, Uni Soviet muncul jadi pesaing besar Paman Sam.
SOURCE:
https://www.facebook.com/erikhasan

MUSEUM VATIKAN,TEMPAT TERSIMPANNYA 1.150 BENDA INDONESIA TERSIMPAN

museum,vatikan

Benda-benda koleksi itu antara lain berupa cendera mata saat kunjungan Paus ke Indonesia.

(Vatican Museum, via Wikimedia Commons)
Tim dari Museum Nasional mengunjungi Museum Vatikan di Roma, Italia, 19-28 November 2013 untuk mengidentifikasi ribuan koleksi benda seni budaya dari Indonesia yang disimpan di museum tersebut. Hal itu juga sebagai persiapan gelaran pameran yang akan dimulai awal tahun 2014.
"Berbagai persiapan saat ini sedang dilakukan, salah satunya proses identifikasi yang dikerjakan Museum Nasional," kata Duta Besar RI untuk Takhta Suci Vatikan Budiarman Bahar, dari Roma, Selasa (26/11).
Budiarman mengatakan, Museum Vatikan punya banyak koleksi barang seni budaya dari Indonesia, khususnya koleksi etnologi yang jumlahnya hingga 1.150 buah — nomor dua terbanyak setelah Cina.
Benda-benda koleksi itu antara lain berupa cendera mata saat kunjungan Paus ke Indonesia. Ada pun yang diserahkan para misionaris sebagai kenang-kenangan ketika mereka menjalankan misi pelayanan di Indonesia.
Namun koleksi itu belum pernah dipublikasikan. Karena itu Museum Vatikan akan memamerkannya di 2014 mendatang.
Arkeolog dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Djoko Dwiyanto, yang turut bersama tim Museum Nasional mengatakan bahwa koleksi dari Indonesia terawat baik di Museum Vatikan.
Museum Vatikan merupakan kumpulan beberapa museum kesenian publik dan patung di Vatican City, menampilkan karya-karya koleksi kaya Gereja Katolik Roma. Paus Julius II membangun museum-museum ini pada abad ke-16.
SOURCE:
www.kompas.com
http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/11/di-museum-vatikan-1150-benda-asal-indonesia-tersimpan

MANUSIA SEMAKIN KARNIVOR

manusia,makanan,rantai makanan,kanivor,omnivor

Studi memperlihatkan pergeseran global dalam soal diet daging, alamat buruk bagi keberlanjutan.

Ilustrasi, Thinstockphotos
Pertumbuan ekonomi pesat di Cina dan India mendorong peningkatan konsumsi daging di sana melonjak besar-besaran. Sebuah studi yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences pada 2 Desember, mengungkap secara komprehensif tren global ini.
Ini merupakan pertama kali peneliti menghitung tingkat tropik dengan metrik dari sisi manusia. Sistem metrik digunakan dalam ilmu ekologi untuk menempatkan spesies-spesies dalam rantai makanan.
Metrik menempatkan tumbuhan dan ganggang (yang mampu memproduksi makanannya sendiri) di level 1. Seterusnya kelinci dan segala binatang pemakan tumbuhan di level 2. Rubah yang memakan kelinci di level 3. Ikan kod, di level 4. Sampai beruang kutub di level puncak karena tak punya atau sedikit pemangsa.
manusia,makanan,rantai makanan,kanivor,omnivorSecara global, tingkat tropik manusia meningkat sebesar 3% dari tahun 1961 sampai 2009, didorong terutama oleh konsumsi daging lain di India dan Cina.
Tingkat tropik organisme dihitung dengan menjumlahkan tingkat tropik makanan dalam diet dan proporsi yang dikonsumsinya. Diperkirakan di tahun 2009, manusia berada pada level 2.21. Posisi ini membuat kita di level yang setaraf dengan omnivor lain seperti babi dan ikan-ikan kecil, dalam jaring-jaring makanan. Pemimpin tim dalam studi ini ialah Sylvain Bonhommeau, seorang peneliti perikanan pada French Research Institute for Exploitation of the Sea di Sète. Ia mengatakan peneliti juga menemukan perubahan pola makan dari waktu ke waktu. Bagaimana? Mereka melakukan kalkulasi tingkat tropik manusia (dari data kompilasi 176 negara berdasarkan FAO) sejak periode 1961 - 2009 dengan 102 jenis makanan—berupa lemak hewan hingga ketela ubi.
Ternyata, selama lebih dari 50 tahun, ada peningkatan pada konsumsi lemak dan daging seiring juga kenaikan tingkat tropik rata-rata manusia sekitar tiga persen. Nampaknya kecil saja, tetapi setelah dianalisis, itu angka yang cukup besar bagi sebuah perubahan. Hal ini mengkhawatirkan bagi keberlanjutan lingkungan.
Meski kecenderungan ini tidak dapat dipungkiri, tetapi tidak bisa dikatakan merata di seluruh belahan dunia. Populasi India dan Cina, di mana ratusan juta penduduk telah terangkat derajatnya dari kemiskinan— memang menunjukkan kenaikan tingkat tropik.
Namun, disebutkan di beberapa tempat seperti Islandia, Mongolia, dan Mauritania, penduduk makan daging, ikan, serta susu. Ditemukan trophic level mereka justru menurun, karena mulainya dilakukan diversifikasi produk-produk berbasis susu.
SOURCE:
www.nature.com
nationalgeographic.co.id/berita/2013/12/manusia-semakin-karnivor

ALL ABOUT LOVE

A.Ditemukan, "Tes Cinta" untuk Memprediksi Kebahagiaan Pernikahan

Respons bawah sadar terhadap gambar pasangan bisa menjadi faktor yang berguna untuk memprediksi keberhasilan perkawinan.

(Thinkstock, ilustrasi)
Para ilmuwan menemukan metode baru "test cinta" yang dipercaya bisa menjadi panduan lebih baik bagi keberhasilan hubungan pengantin baru. Penelitian ini menunjukkan bahwa respons bawah sadar terhadap gambar pasangan bisa menjadi faktor yang berguna untuk memprediksi keberhasilan perkawinan.
Mereka yang memiliki reaksi naluriah negatif lebih cenderung tidak bahagia beberapa tahun kemudian.
Studi ini dipublikasikan dalam Science Journal. Tes ini, menurut penulis, mengukur ada atau tidak adanya emosi negatif.
Penulis utama penelitian ini, Profesor James McNulty dari Florida State University, mengatakan bahwa tes ini baru mengukur perasaan pengantin baru yang sebenarnya terhadap satu sama lain, bukan apa yang mereka katakan kepada orang lain atau bahkan akui kepada diri sendiri.
"Tanggapan ini tampaknya cukup kuat dalam memprediksi apakah orang-orang ini kemudian akan tetap bahagia," katanya kepada BBC News.
Timnya mewawancarai 135 pasangan yang baru menikah segera setelah pernikahan mereka. Para peneliti meminta mereka untuk mengevaluasi pernikahan mereka terkait dengan kata sifat positif dan negatif seperti "baik", "buruk", "memuaskan" dan "tidak memuaskan". Mereka kemudian mengukur reaksi naluriah satu sama lain menggunakan "test cinta."
Peneliti melibatkan foto pasangan yang dilihat sekilas selama tiga detik. Mereka harus menjawab secepat mungkin, apakah foto ini menggambarkan kata-kata tertentu seperti "hebat", "mengagumkan", "mengerikan" dan "menakutkan" dan kata-kata positif atau negatif lainnya.
Kecepatan yang mereka menjawab adalah indikasi perasaan mereka yang sebenarnya, kata para peneliti. Tes ini didasarkan pada prinsip asosiasi psikologis.
Mengagumkan atau mengerikan?
Profesor McNulty dan timnya menemukan bahwa jawaban sadar pengantin baru pada umumnya terkait dengan semua hal yang positif dan menyenangkan tentang hubungan mereka, tapi reaksi naluriah dari tes cinta memunculkan hasil yang bervariasi. Para peneliti mewawancarai pasangan setiap enam bulan selama empat tahun ke depan.
Mereka menemukan bahwa rata-rata, mereka yang memiliki reaksi naluriah negatif lebih mungkin untuk mengatakan bahwa mereka tidak senang karena hari pernikahan telah berlalu dan beberapa bahkan bercerai.
"Orang-orang dapat memiliki cinta dan emosi negatif pada saat yang sama dan tes ini mungkin menyentuh keduanya," kata Profesor McNulty.
Namun, ia cukup berhati-hati untuk menyatakan bahwa penelitian itu belum cukup untuk dapat menawarkan pertimbangan kepada calon pengantin sebelum mereka menikah.
"Saya tidak berpikir bahwa ini adalah satu-satunya hal yang harus dipertimbangkan [sebelum menikah], tetapi bisa jadi salah satu faktor yang menjadi pertimbangan calon pengantin."

B.Sinkron, Detak Jantung Pasangan yang Jatuh Cinta

Ini seolah seperti sebuah lirik lagu, tetapi bisa dibuktikan secara ilmiah.

monogami,selingkuh,cintacjhallman/stock.xchng
Dalam sebuah penelitian dari UC Davis di Amerika Serikat, ditunjukkan bahwa pasangan yang jatuh cinta detak jantungnya sinkron satu sama lain. Ini seolah seperti sebuah lirik lagu, tetapi bisa dibuktikan secara ilmiah. Tentunya ini sangat menarik untuk ditelaah lebih lanjut, tidak hanya dari sisi fisik namun juga dari sisi psikologis.

Penelitian ini dilakukan pada 32 pasangan heteroseksual dan bertujuan untuk melihat apakah mereka yang jatuh cinta sinkron fisiknya dengan pasangannya. Dalam hal ini detak jantung. Salah satu eksperimen-nya adalah ketika pasangan bertatapan satu sama lain tetapi tidak boleh menyentuh. Lalu selama tiga menit detak jantung mereka dihitung.

Hasilnya setiap individu mengatur detak jantungnya agar tenang dan menyesuaikan dengan detak jantung pasangannya. Hasilnya detak jantung mereka sinkron. Detak jantung tidak sinkron ketika dua orang tersebut tidak saling mencintai. Studi ini memang hanya mengambil sedikit sampel tetapi menunjukkan bahwa cinta merubah fisik orang.
SOURCE:
intisari-online.com
http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/12/ditemukan-tes-cinta-untuk-memprediksi-kebahagiaan-pernikahan 

About

mein_liebe.inc. Diberdayakan oleh Blogger.

Search

Translate