WE ARE SHARE WHO WE ARE KNOW

Logika Matematika

Thanks To:kang Alif Rafik Khan

-          Ternyata Matematika Sangat Penting di dunia, Dari Hidup Sampai Mati.
-          Logika MATEMATIKA memang menakjubkan :
-          ◆ PERTAMA :
1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321
-           
-          ◆ KEDUA :
1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 =111111111
123456789 x 9 + 10 =1111111111
-           
-          ◆ KETIGA :
9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888
-           
-          Hebatkan?
Coba lihat simetri ini :
-           
-          ◆ KEEMPAT :
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 123456789876543 21
-           
-          Kurang hebat ?
Sekarang lihat ini :
-           
-          Jika 101% dilihat dari sudut pandangan Matematika, apakah ia sama dengan 100%, atau ia LEBIH dari 100%? Kita selalu mendengar orang berkata dia bisa memberi lebih dari 100%, atau kita selalu dalam situasi dimana seseorang ingin kita memberi 100% sepenuhnya.
-           
-          Bagaimana bila ingin mencapai 101%?
-          Apakah nilai 100% dalam hidup?
-         
Mungkin sedikit formula matematika dibawah ini dapat membantu memberi jawabannya.
-           
-          Jika
ABCDEFGHIJKLMNO PQRSTUVWXYZ
-          Disamakan sebagai 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
-          Maka, kata KERJA KERAS bernilai :
11 + 5 + 18 + 10 + 1 + 11 + 5 + 18 + 1+19 = 99%
-           
-          H-A-R-D-W-O-R-K
8 + 1 + 18 + 4 + 23 + !5 + 18 + 11 = 99%
-           
-          K-N-O-W-L-E-D-G -E
11 + 14 + 15 + 23 + 12 + 5 + 4 + 7 + 5 = 96%
-           
-          A-T-T-I-T-U-D-E
1 + 20 + 20 + 9 + 20 + 21 + 4 + 5 = 100%
-           
-          Sikap diri atau ATTITUDE adalah perkara utama untuk mencapai 100% dalam hidup kita. Jika kita kerja keras sekalipun tapi tidak ada ATTITUDE yang positif didalam diri, kita masih belum mencapai 100%.
-           
-          Tapi, LOVE OF GOD
12 + 15 + 22 + 5 + 15 + 6 + 7 + 15 + 4 = 101%
-           
-          atau, SAYANG ALLAH
19 + 1 + 25 + 1 + 14 + 7 + 1 + 12 + 12 + 1 + 8 = 101%
-          ( artinya, Cinta & Kasih Sayang ALLAH melampaui Segalanya...)

SOURCE:

Beberapa fakta menarik mengenai Pasukan Pembela Tanah Air (PETA)



Pasukan Pembela Tanah Air/PETA yang dibentuk oleh Jepang selama Perang Asia Timur Raya ternyata memiliki beberapa fakta menarik disamping kedisiplinan dan nasionalis patriotismenya yang kuat. Beberapa diantaranya adalah:
1. Gaji dari anggota PETA
Jepang memberikan gaji yang cukup lumayan bagi setiap anggota PETA. Bahkan bagi seorang Shodanco (Letnan) gajinya mencapai 6 rupiah. Jangan banyangkan enam rupiah dengan angka nominal sekarang sebab jika dikurskan dengan harga nominal sekarang, 6 rupiah di era Perang Asia Timur Raya seniali dengan 7 juta rupiah di era sekarang. Dengan gaji tersebut seorang Shodanco PETA sudah dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya bahkan berlebih. Mengapa demikian, hal itu dikarenakan harga kebutuhan pokok tidaklah mahal seperti saat ini, bahkan untuk harga daging saja hanya sekitar 6 sen.
2. Makanan pasukan PETA
Jangan bayangkan adanya perbedaan mendasar dalam keanggotaan PETA sebagaimana ketentaraan bentukan kolonialis Barat. Jepang tidak mendiskriminasi keanggotaan PETA. Justru dalam hal ransum atau makanan, anggota PETA mendapatkan jatah nasi dan lauk pauk sebagai jatah makanan mereka. Sungguh menarik bukan. Namun keadaan tersebut tidak berlangsung lama. Hal itu disebabkan karena semakin terdesaknya pasukan Jepang dalam perang mambuat banyak kebutuhan pokok menjadi langka dan perekonomian yang semakin memburuk menjelang kekalahan Jepang. Akibatnya nasi yang semakin langka akhirnya diganti dengan tepung tapioka yang diberi air sebagai ransum sehari-hari.
3.Latihan yang super berat.
Dalam membentuk tentara, Jepang sebagai negara Fasis yang Ultranasionalis mengedepankan rasa Nasionalis Fanatik serta Patriotisme yang tinggi selain itu Jepang juga mengedepankan kedisiplinan yang ketat. Dalam porsi latihan PETA, tidak ada satu pun yang mudah. Para kadindat dituntut untuk mampu bertahan dalam kondisi apapun. Bahkan dalam latihan survival mereka juga dtuntut untuk meminum air comberan agar mampu bertahan hidup dalam kondisi yang sangat minim sekalipun. Selain itu untuk urusan kedisiplinan, Jepang jelas tidak main-main. Pelanggaran yang terjadi akan berujung pada hukuman berat. Tidak jarang para perwira Jepang menempeleng para anggota PETA yang tertangkap basah melakukan tindakan ketidakdisiplinan atau bahkan menyuruh mereka saling menghukum diri masing-masing. Pelatihan yang berat ini kelak akan membentuk citra dari tentara eks organisasi militer bentukan Jepang yang berjiwa Nasionalis Patriotik dan juga sangat disiplin.
SOURCE:

In Memoriam Perang Yom Kippur

Perang Yom Kippur yang terjadi tgl 6 Oktober sampai 25 Oktober 1973 merupakan salah satu peristiwa paling bersejarah di antara 3 negara yang paling terlibat di dalamnya, yaitu Syria, Mesir dan Israel.
Bagi bangsa-bangsa Arab, perang tersebut membuktikan bahwa mereka sanggup mengalahkan
Israel yang sebelumnya dianggap sebagai kekuatan yang tidak bisa dikalahkan. Sebaliknya bagi
bangsa Israel, perang tersebut meruntuhkan kesombongan mereka sebagai kekuatan militer yang tidak terkalahkan oleh tetangga-tetangga
sekaligus musuhnya orang-orang Arab.
Secara umum perang tersebut digambarkan sebagai upaya bersama Mesir dan Syria untuk
merebut kembali wilayah mereka yang diduduki Israel sejak Perang 6 Hari tahun 1967. Mesir dan
Syria awalnya berhasil mencapai tujuan mereka dengan mengusir Israel dari wilayah yang diduduki,
yaitu Sinai (Mesir) dan Golan (Syria), namun akhirnya Israel berhasil menduduki kembali wilayah-wilayah tersebut. Namun ada banyak hal
yang tidak ditulis dalam buku-buku sejarah dan dibahas oleh media-media massa umumnya, yaitu
pengkhianatan pemimpin Mesir Anwar Sadat terhadap Syria , serta
bantuan tanpa batas Amerika terhadap Israel, termasuk mengirim pesawat-pesawat tempur beserta pilotnya yang disamarkan hingga bantuan informasi inteligen dengan menggunakan peralatan paling canggih saat itu seperti pesawat pengintai SR-71 Blackbird. Dan satu lagi informasi penting namun luput dari perhatian publik, yaitu nyarisnya
Israel menggunakan bom nuklir untuk menghentikan laju pasukan Syria dan Mesir.
Setelah perang itu, Mesir dan Syria yang sebelumnya adalah sekutu dekat hingga pernah menyatukan diri dalam satu negara, memilih jalan
berbeda dalam hubungan mereka dengan Israel. Mesir memilih berdamai dengan Israel dengan
imbalan mendapatkan kembali Sinai meski dengan kedaulatan yang tidak lagi utuh karena Israel juga diberi kewenangan campur tangan di wilayah itu. Imbalan lainnya adalah bantuan militer senilai miliaran dolar setiap tahun oleh Amerika.
Sebaliknya Syria tetap memilih jalan perang, hingga sekarang. Pada tahun 1982, sekali lagi Syria terlibat perang terbuka melawan Israel saat membantu tetangga Arab-nya, m Lebanon, yang diserang Israel. Namun kala itu Syria tidak lagi
bersekutu dengan negara-negara Arab lainnya memerangi Israel, melainkan dengan Iran.
Pada perang itu Presiden Mesir Anwar Sadat dan Presiden Syria Hafez al Assad memiliki motif yang
berbeda. Sadat hanya tidak ingin dipandang sebagai pemimpin "impoten" yang tidak berani
melawan Israel dan mengembalikan Sinai yang diduduki Israel. Sementara Hafez benar-benar
serius untuk mengalahkan Israel dan merebut kembali Golan.
Secara diam-diam Sadat bersepakat dengan PM Israel Golda Meier untuk membiarkan tentara Mesir merebut Sinai dan memberi kesempatan Israel mengkonsentrasikan kekuatannya menghadapi
Syria. Hal ini dipenuhi Sadat dengan
memerintahkan tentaranya berhenti dan duduk- duduk di Sinai, dan bukannya melanjutkan serangannya ke jantung Israel. Yang lebih parah
lagi, Tentara Ke-III yang ditugaskan menyerang Sinai tidak didukung oleh kekuatan pasukan lainnya untuk menjaga jalur suplai. Akibatnya
ketika tentara Israel menyerang balik, satuan itu terkepung sendirian, dan Mesir pun akhirnya setuju
untuk gencatan senjata. Akibatnya Syria harus menanggung beban perang yang lebih berat lagi.
Bertempur relatif sendirian menghadapi gabungan kekuatan Israel dan Amerika (dukungan kekuatan negara-negara Arab tidak cukup signifikan), Syria pun akhirnya mundur kembali dari Golan yang
sempat direbutnya dari Israel. Dalam perang itu Syria harus kehilangan 6.000 tentaranya. Dalam perang tersebut Israel yang kehilangan
hampir 3.000 tentaranya memang berhasil membalikkan kemenangan Mesir dan Syria di awal perang menjadi kemenangan mereka di akhir perang. Namun predikat "kekuatan tak terkalahkan"
yang disandang Israel berhasil diruntuhkan. Dan hal itu bertambah kuat setelah Hizbollah dan
kelompok "Perlawanan" Lebanon berhasil mengusir Israel dari Lebanon tahun 2000 dan sekali lagi tahun 2006.
Sejak saat itu Israel tidak lagi memiliki kepercayaan diri untuk menyerang negara-negara
tetangganya kecuali ada jaminan perlindungan dari Amerika.
SOURCES:
- "War Self-Delusion"; FRANKLIN LAMB; Veterans Today ; 4 Oktober 2013
- https://www.facebook.com/dani.alghazi/posts/4228248362368?comment_id=4228364565273&offset=0&total_comments=8&notif_t=mentions_comment

ETNIS PASTUN (AFGHANISTAN DAN PAKISTAN) KEMUNGKINAN YAHUDI

Temuan baru ini mungkin akan menjawab pertanyaan tentang "yahudi Khurasan" yang disebut dalam hadits Nabi Muhammad tentang
para pengikut "dajjal" yang terlibat dalam perang
akhir jaman melawan Imam Mahdi dan Isa Almasih.
Selama ini orang-orang wahabi-salafi dan para
ekstremis Suni selalu menuduh "yahudi Khurasan"
sebagai orang-orang Iran karena alasan sebagian
wilayah yang disebut "Khurasan" adalah mencakup
sebagian wilayah Iran. Padahal sebagian besar
wilayah Khurasan sebenarnya justru terletak di
Afghanistan, Pakistan, dan Tajikistan.
Sebuah penelitian dari National Institute of
Immunohaematology Mumbai, India, baru-baru ini
mengungkapkan bahwa kemungkinan besar etnis
Pashtun (etnis terbesar di Pakistan dan Afghanistan) berasal dari keturunan dari salah satu "10 suku Israel yang hilang" (lost tribes of Israel).
Seorang ahli genetik India telah mengambil sampel
darah dari orang-orang Pashtun Afridi di Lucknow,
utara India, untuk dibawa ke Israel untuk mencocokkannya dengan DNA orang-orang yahudi
Israel. Dibutuhkan waktu sekitar 12 bulan untuk
memastikan hal itu. Israel diketahui aktif melakukan penelitian terhadap suku-suku terpencil di berbagai negara untuk menemukan "10 suku Israel yang hilang". Mereka adalah bagian dari 12
suku yang berasal dari keturunan Nabi Yakub
(ayah dari Nabi Yusuf), yang bersama-sama membentuk satu bangsa Israel. Namun seiring dengan terjadinya banyak pertikaian antar suku- suku Israel serta penjajahan bangsa-bangsa asing yang berujung pada pengusiran orang-orang
yahudi dari Palestina oleh bangsa Romawi, 10 suku bangsa Israel kini tidak diketahui keberadaannya.
Pengambilan sampel darah di area Malihabad, Lucknow, disebabkan wilayah ini diyakini sebagai wilayah yang cukup aman untuk dilakukannya penelitian yang dianggap sangat kontroversial bagi orang-orang Islam tersebut.
Shanaz Ali, seorang peneliti senior India, akan
mengepalai penelitian yang dilakukan di Technion
Israel Institute of Technology di Tel Aviv.
Saat ini diperkirakan terdapat sekitar 40 juta orang
etnis Pashtun di seluruh dunia. Di antara jumlah
itu sebanyak 14 juta tinggal di Afghanistan dan 28
juta berada di Pakistan. Wilayah utama mereka
terutama berada di daerah perbatasan kedua negara yang bergunung-gunung, namun juga cukup signifikan jumlahnya di kota-kota besar
Pakistan seperti Karachi.
Beberapa suku Pashtun dipercaya masih memelihara keyakinan bahwa mereka adalah keturunan dari "Anak-anak Israel". Menurut
legenda, mereka adalah keturunan dari suku
Ephraim tribe yang diusir dari Israel oleh bangsa
Assyrian pada sekitar tahun 700 sebelum masehi.
Bukti-bukti keberadaan pemukiman yahudi telah
ditemukan di Herat, dekat perbatasan dengan Iran,
dimana ditemukan kuburan kuno yang terdapat
batu-batu nisan bertuliskan hurup dan bahasa
Hebrew. Di ibukota Afghanistan, Kabul, bahkan
terdapat sinagog (tempat ibadah umat yahudi) kuno yang tidak lagi digunakan.
Navras Aafreedi, peneliti utama yang melakukan
penelitian tentang "suku-suku Israel yang hilang"
mengatakan bahwa penelitian tentang DNA orang- orang Pashtun ini bisa menjadi sumber konflik
sosial yang serius di era modern.
SOURCE:
- https://www.facebook.com/dani.alghazi/posts/4225866982835?comment_id=4225929184390&notif_t=comment_mention
- "Taliban may be descended from Jews"; Dean Nelson; telegraph.co.uk ; 11 Januari 2010

Peristiwa Pengeboma Dresden, Borok Kekejaman Pasukan Sekutu Dalam Perang Dunia II (1945)


Selama ini kita hanya mendapatkan informasi sepihak mengenai Perang Dunia II, yaitu informasi dari pihak pemenang, yaitu sekutu Amerika-Inggris-Perancis-Uni Sovyet dan negara-negara ZOG (Zionist Occupied Goverments) lainnya. Kita jarang sekali, kalau tidak bisa dikatakan tidak pernah, mengetahui dari sudut pandang lawan Sekutu, yaitu Jerman-Italia-Jepang. Kita misalnya tidak pernah mengetahui motif Hitler membiarkan ratusan ribu Tentara Ekspedisi Inggris yang terkepung di Dunkirk, Perancis, melarikan diri kembali ke Inggris. Kita tentu saja juga jarang, kalau tidak dikatakan tidak pernah, mendengar tentang peristiwa Pemboman Dresden meski itu adalah sebuah peristiwa paling memilukan dalam Perang Dunia II.
Dresden pada tahun 1945 adalah kota yang indah dengan 650.000 penduduknya yang ramah tamah. Pada tgl 13 Februari 1945 kota ini dipenuh sesaki oleh sekitar 750.000 pengungsi Jerman yang melarikan diri dari kekejaman tentara komunis-yahudi Uni Sovyet. Mereka berkemah di taman-taman dan tanah lapang yang ada, bahkan di trotoar dan jalan-jalan. Mereka merasa aman di sana karena Dresden bukan kota yang memiliki fasilitas militer target serangan musuh. Sebaliknya Dresden adalah "kota rumah sakit" yang memiliki 25 rumah sakit dan fasilitas medis besar. Mereka juga sadar bahwa menurut hukum internasional, kota mereka tidak mungkin menjadi sasaran serangan militer sebagaimana Jerman juga tidak pernah menyentuh "kota-kota pendidikan" Inggris seperti Oxford dan Cambridge.
Namun anggapan mereka keliru. Pada jam 22.15 malam sebanyak 800 pesawat bomber dan pesawat-pesawat tempur pengawal Inggris memenuhi langit Dresden dan menumpahkan berton-ton bom penghancur. Ribuan orang tewas maupun luka-luka dalam satu serangan tersebut. Saat pesawat-pesawat itu menghilang dari langit, penduduk dan pengungsi yang selamat keluar dari persembunyian untuk memberikan pertolongan para korban. Demikian juga ribuan penolong dari kota-kota dan desa-desa sekitar bergegas menuju Dresden. Mereka tidak pernah membayangkan peristiwa tragis yang baru saja terjadi. Tentu saja mereka juga tidak pernah menyangka bahwa berhentinya serangan hanya tipuan belaka. Karena saat jalan-jalan dipenuhi para penolong dan korbannya, gelombang kedua serangan udara Inggris kembali datang.
Serangan kedua memberikan dampak kehancuran yang lebih besar dari kota yang masih dipenuhi bara api oleh serangan pertama itu. Api berkobar lebih hebat lagi membakar. Demikian hebat kebakaran tersebut dan panas yang ditimbulkannya hingga para penolong dari luar kota kesulitan untuk memasuki kota. Sementara ribuan penduduk Dresden dan pengungsi terbakar hidup-hidup hingga ke tulang.
Cerita tentang kengerian peristiwa itu tidak terkatakan. Saat anak-anak kecil yang terpisah dari orang tuanya terjebak di dalam genangan aspal yang meleleh karena panas. Atau saat anak-anak kecil terinjang-injak oleh orang-orang yang berebut jalan menyelamatkan diri. Hal seperti ini tentunya tidak pernah dialami rakyat Inggris, Amerika dan sekutu-sekutunya.
Bencana kemanusiaan ini belum berhenti karena keesokan harinya giliran Amerika unjuk gigi. Sebanyak 400 pesawat pembom menumpahkan muatannya dan pesawat-pesawat tempur menembaki orang-orang di jalanan termasuk para tenaga medis yang tengah merawat pasiennnya di sepanjang tepi Sungai Elbe.
Namun itu semua masih belum berakhir karena tiga serangan lanjutan telah direncanakan tentara sekutu: 15 Februari, 3 Maret, dan 17 April 1945 dengan total pesawat pengebom mencapai 1.172 unit. Korban tewas diperkirakan mencapai 400.000 jiwa, atau bahkan lebih. Dan karena Jerman tidak memiliki cukup orang untuk melakukan evakuasi, mayat-mayat hanya disemprot dengan disinfektan atau api kemudian dikubur bersama reruntuhan bangunan.
SOURCE:
- https://www.facebook.com/notes/fajar-rifai-panzerschreck/peristiwa-pengeboma-dresden-borok-kekejaman-pasukan-sekutu-dalam-perang-dunia-ii/321920311267824

Conefo (Conference of The New Emerging Forces)

"Upaya besar Indonesia untuk menandingi kekuatan Imperialisme Barat yang bercokol di PBB."


Ir Soekarno, Presiden Pertama Indonesia pernah mencanangkan suatu ide yang sangat hebat yaitu pembentukan sebuah organisasi yang mampu menandingi kekuatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Soekarno melihat bahwa PBB yang sejatinya merupakan lembaga perdamaian dunia yang juga mengurusi permasalahn-permasalahan dunia ternyata tidak lebih dari perkumpulan negara-negara kuat yang saling berebut pengaruh. Bahkan PBB merupakan organisasi yang dipandang Soekarno sebagai organisasi mandul dan hanya menjadi alat dari negara-negara besar untuk mencapai tujuannya. Dalam hal ini, Soekarno mengkritik ketidakmampuan PBB meredam situasi Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet yang semakin mengancam perdamaian dunia. Selain itu Soekarno juga mengkritik PBB dimana markas besar PBB justru berada disalah satu negara peserta Perang Dingin dan pemimpin dari Blok Barat yaitu New York, Amerika Serikat. Beliau sendiri mengusulkan dihadapan PBB langsung agar setidaknya Markas Besar PBB dipindahkan ke wilayah yang netral seperti Jenewa di Swiss agar kinerja PBB bebas dari segala pengaruh dan kepentingan politik dari negara-negara peserta perang dingin dan mampu menjalankan tugasnya dengan lebih efesien. Keberanian Soekarno dalam mengkritik PBB dihadapan forum PBB (Internasional) secara langsung memang benar-benar suatu prestasi yang menganggumkan.

Berbagai macam situasi yang bernuansa ketidakadilan dalam PBB semakin membuat Soekarno muak. Apalagi kenyataan bahwa PBB memang pada struktur organisasinya sangatlah tidak adil dimana PBB seolah-olah hanya diperuntukkan bagi negara-negara kuat yang memenangkan Perang Dunia II. Selain itu veto yang dimiliki baik oleh Amerika Serikat maupun Uni Soviet menunjukkan betapa aneh dan mandulnya organisasi tersebut. Selain itu PBB terkesan mengesampingkan negara-negara dunia ketiga yang oleh Soekarno disebut sebagai New Emerging Forces. Untuk menghadapi PBB dan segala ketidakadilan yang ditunjukkannya maka Soekarno kemudian mencanangkan sebuah ide besar yaitu membentuk kekuatan untuk menandingi PBB yang diberi nama Canefo (Conference of The New Emerging Forces). Kesuksesan Ganefo (Games of the New Emerging Forces) sebelumnya membuat Soekarno semakin optimis dengan ide besarnya tersebut. Jika dalam game saja, Indonesia sudah mampu mengalahkan Olimpiade dunia, maka mengapa tidak dalam hal lain seperti membentuk suatu perkumpulan kekuatan baru menentang PBB yang menjadi markas dari Oldefo (Old Emerging Forces).

Untuk mewujudkan proyek CONEFO itu, maka dibangunlah suatu kompleks gedung dekat Gelora Senayan yang pada waktu itu mendapat bantuan antara lain dari Cina (RRC). Tanggal 8 Maret 1965 Presiden Soekarno mengeluarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 48/1965 yang menugaskan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga (PUT) Soeprajogi untuk melaksanakan pembangunan proyek Political Venues di Jakarta. Proyek raksasa tersebut harus sudah seselai dikerjakan sebelum tanggal 17 Agustus 1966. Artinya hanya tersisa waktu 17 bulan untuk menyelesaikan pembangunan raksasa tersebut. Bangunan yang akan dibangun menggunakan filosofi bentuk pesawat, sebuah cita rasa yang sangat kental dengan selera sokarno waktu itu. Sayap pesawat yang terbelah itu ingin menunjukkan pada rakyat dan bangsa kita bahwa saat ini bangsa kita sedang terbang menuju tatanan dunia baru. Bukan menjadi penonton peradaban, tetapi menjadi pelaku peradaban.

Indonesia selangkah lagi akan menjadi salah satu pelaku besar dalam peradaban umat manusia di dunia dan akan meluncur sebagai kekuatan baru yang bersinar untuk memimpin kekuatan New Emerging Forces yang terdiri dari negara-negara dunia ketiga melawan kesewenang-wenangan Negara-negara Oldefo. Sayangnya konfrensi yang sejtinya akan dilaksanakan pada akhir 1966 itu harus kandas. Langkah Indonesia menjadi salah satu pemimpin kekuatan dunia pudar setelah terjadinya peristiwa G 30 S/PKI dan kudeta secara tidak langsung oleh Soeharto melalui Supersemar yang mengakhiri rezim Orde Lama. Dengan runtuhnya kekuasaan Soekarno maka pudar pulalah cita-cita besar beliau untuk membawa bangsa Indonesia menjadi salah satu kekuatan yang paling menentukan diatas dunia. Indonesia berubah menjadi negara yang lemah dan tunduk begitu saja pada kemauan Oldefo dan membiarkan NEKOLIM merampas segala  mimpi-mimpinya hingga saat ini..

Sungguh Ironis nasib bangsa negara kita
SOURCE:
https://www.facebook.com/notes/das-bumorix/conefo-conference-of-the-new-emerging-forces/1406585022910421

Pemberontakan PRRI/PERMESTA dan Intervensi Asing di Indonesia

Berikut ini saya akan membahas tentang Pemberontakan PRRI/PERMESTA yang pernah terjadi di Indonesia,dan sekali lagi terimakasih,karena ini artikel yang saya dapatkan dari teman saya.


"Amerika Serikat jangan sampai bermain api dengan Indonesia, jangan sampai ketidaktahuan Amerika Serikat menyebabkan meletusnya Perang Dunia III."



"Ir Soekarno"



Pernyataan diatas merupakan pernyataan ancaman dari Presiden Pertama Republik Indonesia "Ir Soekarno" terhadap usaha Amerika Serikat untuk mengintervensi masalah dalam negri Indonesia terkait dengan dukungan Amerika Serikat terhadap pemberontakan PRRI/PERMESTA. Seperti yang kita ketahui Gerakan PRRI/PERMESTA merupakan salah satu pemberontakan yang terjadi di Indonesia pada masa pemerintahan Ir Soekarno. Dalam sejarah umum kita mengetahui bahwa latar belakang pemberontakan tersebut adalah rasa tidak puas dari beberapa daerah terhadap kebijakan pemerintah pusat sehingga pihak-pihak yang tidak puas tersebut membentuk gerakan untuk menentang pemerintah pusat dimana di wilayah Sumatra bernama Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) dan di Indonesia Timur bernama Perjuangan Rakyat Semesta (PERMESTA) yang kemudia digabungkan menjadi PRRI/PERMESTA. Pergerakan tersebut didukung oleh beberapa tokoh militer Indonesia seperti  Letkol Achmad Husein, Kolonel Zulkifli Lubis, Kolonel Dachlan Djambek, dan Kolonel Simbolon dan juga Kolonel D. J Somba.



Namun dibalik semua itu, keterlibatan asing dalam usaha pemberontakan jelas sudah terlihat. Amerika Serikat melalui CIA sudah menngintervensi pemberontakan semenjak Oktober 1957 melalui penyaluran dana kepada para pemberontak. Amerika Serikat menggunakan isu anti Komunis untuk mendanai pergerakan PRRI/PERMESTA. Dukungan Amerika Serikat terhadap pemberontakan PRRI/PERMESTA jelas merupakan salah satu agenda penting CIA untuk menyingkirkan para pemimpin negara-negara dunia ketiga yang memiliki sikap Ultranasionalis dan Patriotik serta menolak dikendalikan oleh pihak asing, dalam hal ini Ir Soekarno memenuhi kriteria tersebut dan pantas untuk digulingkan untuk digantikan oleh pemimpin yang pro dengan kebijakan Amerika Serikat. Bantuan-bantuan Amerika Serikat untuk pemberontak jelas terlihat dari penyelundupan senjata bagi para sepratis PRRI melalui perusahaan minyak Caltex yang berlokasi di wilayah Riau serta pengiriman logistik lewat pesawat udara. Amerika Serikat juga memberikan senjata-senjata berat termasuk pesawat-pesawat udara sehingga pemberontak PRRI dapat membentuk Angkatan Udara sendiri (AUREV/Angkatan Udara Revolusioner). Selain memberikan senjata, Amerika Serikat juga melatih para anggota pemberontak seperti Kolonel Simbolon dan para anggotanya di pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di daerah Okinawa, Saipan dan Guam. Pelatiha-pelatihan tersebut berlangsung hingga akhir 1957 sebagai upaya untuk mempersiapkan pemberontak secara militer. Selain mempersiapkan para pemberontak secara militer, Amerika Serikat juga menunjukkan dukungannya secara militer kepada para pemberontak melalui pembentukan "Task Force 75" oleh komandan Armada ke 7 Amerika Serikat yang terdiri atas satu cruiser, dua destroyer dan satu kapal induk (aircraft carrier) berisi 2 batalion marinir. Task Force 75 tersebut bergerak ke Singapura dengan tujuan untuk melakukan pendaratan di wilayah Riau tepatnya Minas dan Duri. Tindakan Amerika Serikat tersebut jelas merupakan intervensi militer dan dapat diartikan sebagai upaya invasi Amerika Serikat terhadap wilayah kedaulatan Indonesia, namun Amerika Serikat saat itu beralasan bahwa tujuannya adalah untuk melindungi warga Amerika Serikat dan kepentingannya di Caltex. Pasukan Marinir Amerika Serikat itu rencananya akan didaratkan diwilayah Riau apabila ladang-ladang minyak tersebut dibom oleh pasukan Angkatan Udara Indonesia sebagai upaya untuk memadamkan pemberontakan. Kolonel George Benson, atase militer AS di Jakarta berkata, “The U.S was anxious to have pretext to send marines.” And two battalion of US Marine are, “fully equipped and ready for battle were prepared to be helicoptered within twelve hours notice to the Sumatran oil fields”.



Ketika pemberontakan meletus, pihak Indonesia langsung mengirimkan pasukan dibawah pimpinan Ahmad Yani untuk memadamkan pemberontakan. Ketika pasukan TNI tiba dan berhasil mendesak pasukan pemberontak, Amerika Serikat berpesan kepada para pemberontak PRRI agar sebelum mundur ke Riau, pasukan pemberontak meledakkan kilang-kilang minyak Caltex di Riau agar peristiwa tersebut dapat dijadikan alasan bagi Amerika Serikat untuk mendaratkan pasukan yang sudah disiapkannya (pasukan AS sudah menunggu disekitar perairan Dumai) ke Riau. Pasukan Amerika Serikat tersebut kemudian akan ditugaskan untuk menghantam pasukan TNI pimpinan Ahmad Yani dan kemudian terus mendesak hingga menyerbu Jakarta dan langsung menumbangkan Presiden Soekarno dari tampuk kekuasaannya. Namun rencana tersebut tidak dapat direalisasikan sebab pergerakan TNI sangat cepat dan berhasil menguasai kilang-kilang minyak Caltex di Riau. Keberhasilan TNI itu mengurungkan niat Amerika Serikat untuk mendaratkan pasukannya dan Task Force 75 ditarik mundur ke Filipina. Pada akhirnya pemberontakan PRRI di Sumatra berhasil dipadamkan oleh pasukan TNI dan intervensi asing berhasil di cegah. Sementara itu di wilayah Indonesia Timur AUREV milik PERMESTA melakukan pengeboman terhadap Banjarmasin, Balikpapan, Palu, Selat Makasar, Kendari, Makasar, Ambon, Ternate dan Jailolo (di Halmahera) dan Morotai. Bantuan Amerika Serikat terhadap pemberontak membuat AUREV berjaya di udara. Pangkalan-pangkalan di Bangkok, Singapura, Saigon, Subic dan Clark dan Taiwan menjadi wilayah suplai utama dari Amerika Serikat kepada pasukan pemberontak PRRI/PERMESTA. Pimpinan PERMESTA Kolonel Vence Samual berencana untuk menyerang dan menduduki Jakarta setelah mendapatkan superioritas kekuatan di laut dan udara, namun pada bulan Mei AURI (Angkatan Udara Republik Indonesia) melakukan serangan besar-besaran terhadap posisi pasukan pemberontak ke lapangan terbang Menado, Morotai dan Jailolo, yang dibarengi dengan serbuan darat dan pada tanggl 26 Juni Manado berhasil dikuasai oleh TNI yang mematahkan tulang punggung dari pemberontakan PERMESTA di Indonesia Timur.



Intervensi asing di Indonesia selama pemberontakan PRRI/PERMESTA memang sangat terasa, bahkan bisa dikatakan pemberontakan PRRI/PERMESTA merupakan pemberontakan yang secara nyata didukung oleh kekuatan asing. Keterlibatan Amerika Serikat dalam pemberontakan semakin jelas ketika pada tanggal 18 Mei 1958 sebuah pesawat pengebom B 29 milik Amerika Serikat berhasil ditembak jatuh oleh kesatuan Anti Serangan Udara TNI setelah peswat tersebut membombardir sebuah pasar dan lapangan udara di Ambon. Pilot pesawat tersebut berhasil ditangkap hidup-hidup dan menjadi kunci bagi Indonesia untuk membuktikan keterlibatan Amerika Serikat dalam pemberontakan yang sedang terjadi. Allan Lawrence Pope merupakan agen CIA yang mengawaki pesawat B 29 yang ditugaskan dalam misi penggulingan Ir Soekarno. Awalnya Amerika Serikat menolak mengakui keterlibatannya, namun pada akhirnya Ir Soekarno berhasil menyekak Amerika Serikat dengan pembuktian melalui dokumen-dokumen yang dibawa Allan Pope yang jelas mengaitkan keterlibatan Amerika Serikat melalui CIA terhadap upaya pemberontakan di Indonesia. Hal tersebut benar-benar merupakan tamparan keras diwajah negara adikuasa tersebut bahkan Allan Pope dijadikan kartu as bagi Ir Soekarno untuk memeras dan mengancam Amerika Serikat yang pada akhirnya memaksa Amerika Serikat untuk memberikan bantuan senjata kepada Indonesia. Namun keterlibatan asing dalam pemberontakan PRRI/PERMESTA tidak hanya dilakukan oleh Amerika Serikat. Setidaknya peristiwa di Indonesia tersebut juga menarik perhatian dari negara-negara rival Amerika Serikat dari blok Komunis. Republik Rakyat Cina (RRC) saat itu telah mempersiapkan skuardon-skuardon udaranya serta ribuan tentara regulernya untuk dikirim ke Indonesia. Pihak RRC berencana untuk mengirim Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) untuk membantu Indonesia memadamkan pemberontakan PRRI/PERMESTA yang tentunya hal tersebut juga merupakan usaha dari RRC untuk mendekati Indonesia. Namun tawaran RRC untuk mengirim Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) tersebut ditolak oleh Ir Soekarno. “Kekuatan angkatan perang kami masih mampu menghadapi para pemberontak itu", tegasnya. Ir Soekarno jelas menunjukkan sikap seorang Ultranasionalis sejati, menolak adanya upaya intervensi asing terhadap permasalahan dalam negri Indonesia. Indonesia for Indonesians, masalah Indonesia harus diselesaikan oleh orang Indonesia sendiri kira-kira demikianlah pemikiran Ir Soekarno. Boleh jadi pernyataan Ir Soekarno tersebut memang bukan hanya upaya gengsi semata, tetapi memang karena beliau paham dan yakin akan kekuatan bangsanya sendiri dan hal itu telah dibuktikan dilapangan bahwa tanpa bantuan dari pihak asing sekalipun Pasukan Indonesia (TNI) mampu memadamkan pemberontakan dan memulihkan keamanan dan ketertiban diwilayah basis pemberontak.
SOURCE:
- https://www.facebook.com/notes/das-bumorix/pemberontakan-prripermesta-dan-intervensi-asing-di-indonesia/1451880208380902

Tsar Peter I Yang Agung (Sang Pembaharu dan Pembangun Kekaisaran Rusia)

Assalamualaikum para pembaca blog,kali ini saya akan mengupas kisah tentang Tsar Rusia,yakni Tsar Peter I,dari artikel yang saya dapatkan dari teman saya bung Byoma G.silahkan dibaca...


Tsar Peter I dikenal pula dengan sebutan Peter The Great atau Peter Yang Agung merupakan Tsar yang dinilai paling berpengaruh dalam sejarah Rusia. Dibawah kepemimpinannya Rusia keluar dari keterbelakangan dan ketertinggalannya dari negara-negara Eropa lainnya dan keluar sebagai salah satu kekuatan militer dan industri yang terkemuka. Proses modernisasi Peter telah membawa Rusia menjadi salah satu kekuatan yang diperhitungkan dalam sejarah.

Peter lahir pada 1672 di Moskow ibukota Rusia merupakan anak satu-satunya dari pasangan Tsar Alexis dan istri keduannya Natalia Narishkina. Peter masih sangat muda ketika ayahnya meninggal dan dirinya terpaksa mengasingkan diri sebagai akibat adanya pergulatan panjang dalam perolehan tahta Ketsaran Rusia. Alexis ayah dari Peter sendiri memilki 13 anak dari pernikahaan pertamanya sehingga tidak heran pergulatan panjang terjadi dalam kekuasaan pada masa itu. Selama bertahun-tahun, Sophia saudara tiri dari Peter berkuasa sebagai Tsarina Rusia yang sifatnya hanya sementara karena Peter sendiri masih terlampau muda untuk menjadi seorang Tsar. Barulah pad atahun 1689, ketika Sophia meletakkan jabatannya maka Peter diangkat sebagai Tsar Rusia.

Pada masa itu Rusia bukanlah negara yang seperti kita bayangkan sekarang. Rusia sangatlah lemah, dan dari segi pengetahuan-teknologi Rusia sangat jauh tertinggal. Rusia bukanlah negara adikuasa namun hanya negara dengan pengaruh terbatas yang dikelilingi oleh Kekaisaran Swedia yang menguasai Skandinavia, Baltik serta wilayah Pomerania Barat , Wismar, Bremen, dan Verden yang didapatnya setelah perang 30 tahun. Di selatan Rusia terdapat Kekaisaran Ottoman yang didirikan oleh orang-orang Turki. Sebuah negara yang sangat kuat semenjak keberhasilannya menaklukan Constantinopel. Rusia jika dilihat dari posisi kedua kekuatan besar dunia tersebut maka keadaannya sangatlah kecil.

Rusia memang tidak pernah merasakan Renaissance sehingga tidak ada yang namanya abad pencerahan di Rusia. Di Eropa Barat abad pencerahan telah melahirkan raksasa seperti Inggris dan Prancis sementara di Eropa Latin ada Imperium Spanyol dan Portugal pelopor dari penjelajahan dunia. Rusia tidak ubahnya sebagai negara Abad pertengahan yang tersisa ditengah-tengah kelahiran kembali Eropa pasca Abad Kegelapan.

Peter sebagai Tsar Rusia, berniat untuk mengubah Rusia menjadi negara yang kuat dan moderen sebagaimana negara-negara Eropa lainnya. Untuk keperluan itu, Peter tidak segan-segan untuk melakukan perjalanan ke Eropa Barat untuk mempelajari sendiri bagiamana pertumbuhan kekuatan Eropa semenjak keruntuhan dominasi Gereja Katolik Roma. Peter bahkan menyamar sebagai sebagai tukang kayu dan bekerja di Perusahaan Dagang Hindia Timur Belanda (VOC) di negri Belanda. Peter bahkan bekerja di Angkatan Laut Inggris dan mempelajari bagaimana Inggris sukses membangun angkatan lautnya. Peter juga mempelajari persenjataan dari Prusia yang merupakan salah satu negara yang cukup maju dalam bidang persenjataan. Selama menjalankan misinya tersebut Peter menggunakan nama samaran (Pyotr Mikhaylov) dan membawa 250 orang bersamanya. Ia rela melakukan apa saja demi ilmu yang didapatnya untuk membangun Rusia. Ia mempelajari segala struktur baik itu kebudayaan, ilmu pengetahuan, administrasi pemerintahan serta industri-industri yang berkembang di Eropa Barat.

Pada tahun 1698, Peter kembali dari misi besarnya tersebut ke Rusia. Begitu tiba di Rusia, ia segera merencanakan program pembangunan kembali Rusia. Untuk keperluan itu, ia mendatangkan para ahli dari Eropa Barat guna membantu pengenalan teknologi di Rusia. Ia juga menyekolahan anak-anak Rusia ke Eropa Barat untuk menyerap ilmunya dan membawanya kembali ke Rusia untuk kepentingan Rusia. Pembangunan berkembang sangat pesat pada masa pemerintahan Peter. Kota-kota industri mulai tumbuh, teknologi dengan pesatnya berkembang berkat kebijakan-kebijakan pembangunan yang spektakuler dari Tsar Peter I.

Di bidang militer, reformasi militer Peter ditunjukkan dengan pembangunan Angkatan Bersenjata yang moderen. Angkatan Laut Rusia dikembangkan secukupnya dan Angkatan Daratnya dikembangkan dengan meniru pola pelatihan di Eropa Barat. Peter juga membekali pasukannya dengan senjata-senjata moderen dan memberikan seragam-seragam militer yang sama dengan yang dimiliki tentara di negara-negara Eropa Barat. Peter juga melakukan berbagai perubahan di sektor administrasi sipil, termasuk perombakan yang sensitif tentang peningkatan pegawai sipil berdasar hasil karyanya di kantor, bukan berdasar pangkat keturunan.

Dalam bidang sosial, Peter juga mencoba menerapkan konsep-konsep Eropa Barat. Para pria diharuskan mencukur jenggotnya (walau kemudian aturan tersebut diubah), para pria di pengadilan diwajibkan berpakaian seperti pria-pria pengadilan di Eropa Barat. Peter juga melarang rokok dan juga kopi. Walau pada mulanya kebijakan Peter menemui banyak tantangan, namun sedikit-demi sedikit Rusia akhirnya bergerak menuju arah modernisasi seperti yang dicita-citakan oleh Peter.

Peter juga melakukan pengawasan terhadap Gereja Orthodox Rusia. Meski bukan berarti Peter seorang anti Gereja, namun Peter beranggapan bahwa kekuasaan Gereja sudah layaknya dibatasi sebagai langkah awal modernisasi (Eropa pada masa abad kegelapan terkendala oleh Gereja sebagai kekuatan utama sehingga menyebabkan pengetahuan semakin tersingkirkan). Peter juga banyak membangun sekolah-sekolah yang mendorong kemajuan ilmu pengetahuan. Dia juga memperkenalkan penanggalan Yulian dan memodernisir abjad Rusia. Di masa pemerintahannya, surat kabar pertama terbit di Rusia.

Selain pembaharuan-pembaharuan di dalam negri, Peter juga berniat untuk melakukan pembaharuan di bidang luar negri. Di bidang politik luar negri, Peter berniat menjadikan Rusia sebagai kekuatan politik yang menentukan di kawasan Eropa. Untuk itu Peter harus berhadapan dengan Kekaisaran Ottoman di Selatan dan Kekaisaran Swedia di Utara yang merupakan kekuatan besar Eropa yang mengelilingi Rusia pada masa itu. Rusia pada mulanya terlibat perang dengan Ottoman Turki dan sukes menguasai pelabuhan Azov yang memberikan akses Rusia ke Laut Hitam, namun pada tahun 1711, Ottoman Turki berhasil merebut kembali pelabuhan Azov dari tangan Rusia. Di wilayah lainnya, Peter juga memutuskan untuk menantang kekuasaan Swedia yang saat itu berada dibawah Kaisar Karl XII. Peter menggabungkan Rusia dalam aliansi anti Swedia bersama Kerajaan Bersatu Polandia-Lithuania-Saxony dan Kerajaan Bersatu Denmark-Norwegia yang pada tahun 1700 menyebabkan pecahnya Perang Besar Utara (The Great Northen War).  Pada mulanya angkatan bersenjata Rusia mengalami kekalahan disebabkan oleh kuatnya angkatan bersenjata Swedia. Swedia sebagai negara terkuat di masa itu memiliki berbagai macam pengalaman tempur yang menganggumkan yang membuatnya mampu menjadi kekaisaran besar di Eropa sehingga wajar saja, Swedia memiliki militer yang jauh lebih kuat daripada Rusia. Namun kekalahan tersebut tidak membuat Peter menyerah. Ketika Swedia berpaling pada musuh-musuh lainnya, Peter mencoba membangun kembali angkatan bersenjatanya untuk melakukan perlawanan balasan kepada Swedia. Pada akhirnya, Rusia berhasil mengalahkan pasukan Swedia dalam pertempuran berikutnya yang sangat menentukan di Poltava pada tahun 1709 dan sesudahnya aliansi gabungan berhasil mendesak Swedia hingga perang berakhir pada tahun 1712.

Akhir peperangan tersebut benar-benar membawa dampak postif besar bagi Rusia dibawah pemerintahan Peter I. Rusia menguasai negara-negara Baltik dan Finlandia yang sebelumnya berada dibawah kekuasaan Kekaisaran Swedia. Meskipun wilayah yang direbut Rusia tidaklah besar, namun Rusia berhasil membuka akses ke laut Baltik yang kemudian menjadi jendela Rusia untuk ke Eropa. Di tepi Sungai Nava, wilayah yang pernah dikuasai Kekaisaran Swedia tersebut, Peter lalu membangun sebuah kota bernama Saint Petersbug (yang kemudian diubah menjadi Leningrad setelah Komunis menguasai Rusia). Peter juga memindahkan pusat pemerintahannya dari Moskow ke Saint Petersbug dan Saint Petersbug kemudian menjadi kota yang menjembatani Rusia dan Eropa Barat.

Dalam masa pemerintahannya, Peter bukannya tidak menghadapi kesulitan. Banyak penetang yang kemudian berbuah menjadi pemberontakan dimasanya akibat kebijakan pembaharuannya tersebut. Pemberontakan-pemberontakan tersebut berhasil ditumpas oleh Peter tanpa ampun demi mewujudkan sebuah Rusia baru, Rusia yang besar dan kuat serta Rusia yang disegani dan ditakuti oleh lawan-lawannya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa Peter I yang kemudian diberi gelar Peter Agung merupakan Tsar Rusia yang paling besar pengaruhnya dalam sejarah Rusia. Dibawah pemerintahannya tidak hanya Rusia menjelma menjadi kekuatan yang moderen namun Peter juga mampu merubah Rusia dari negara kerajaan yang kecil menjadi sebuah kekaisaran yang besar. Rusia telah menjelma menjadi kekuatan besar di Eropa menyusul jatuhnya Kekaisaran Swedia setelah Perang Besar Utara (The Great Northen War). Peter sendiri telah berhasil menanamkan fondasi-fondasi kekuatan Rusia yang membuat Rusia menjadi sebuah kekuatan besar dunia yang kita kenal saat ini. Tanpa jasa Peter, Rusia mungkin bukanlah apa-apa dan tidak akan pernah menjadi kekuatan besar seperti yang kita ketahui saat ini.

SOURCES :
 - Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah oleh Michael H. Hart
 - https://www.facebook.com/notes/das-bumorix/tsar-peter-i-yang-agung-sang-pembaharu-dan-pembangun-kekaisaran-rusia/1466257130276543

Klasifikasi Bintang di Alam Semesta




Dalam astronomi, klasifikasi bintang adalah peng-klasifikasian bintang-bintang berdasarkan kuat beberapa garis serapan pada pola spektrum, dan besarnya luminositas. Kuat garis serapan, khususnya garis-garis serapan atom hidrogen, diperoleh dari analisis pola spektrum bintang yang didapatkan dari pengamatan spektroskopi. Garis-garis serapan tertentu hanya dapat diamati pada satu rentang temperatur tertentu karena hanya pada rentang temperatur tersebut terdapat populasi signifikan dari tingkat energi atom yang terkait. Pemeriksaan kuat garis-garis serapan ini pada akhirnya dapat memberikan informasi mengenai temperatur permukaan. Informasi luminositas dapat diperoleh dari pengamatan fotometri.

Fraunhofer pada 1814, mencatat dan memetakan sejumlah garis-garis gelap dalam spektrum Matahari jika cahayanya dilewatkan pada suatu prisma. Garis-garis ini kemudian disebut sebagai garis-garis Fraunhofer. Kirchhoff dan Bunsen kemudian manemukan bahwa seperangkat garis-garis tersebut berhubungan dengan suatu elemen kimia yang berada di lapisan atas matahari. Fraunhofer juga menemukan bahwa bintang-bintang lain juga memiliki spektrum seperti Matahari, tetapi dengan pola garis-garis gelap yang berbeda.
Pada 1867, Angelo Secchi, seorang astronom Yesuit, melakukan penyelidikan terhadap sekitar 4000 spektrum bintang hasil pengamatan yang dilakukannya menggunakan prisma obyektif. Hanya dengan menggunakan mata, Secchi menggolongkan bintang-bintang tersebut ke dalam tiga kelas. Bintang dengan garis-garis serapan sangat kuat dari atom hidrogen digolongkan sebagai tipe I berwarna putih, bintang dengan garis-garis serapan sangat kuat dari ion logam digolongkan sebagai tipe II berwarna kuning, dan bintang dengan pita-pita serapan lebar digolongkan sebagai tipe III berwarna merah. Setahun kemudian Secchi memasukkan beberapa bintang yang memiliki garis-garis serapan dengan pola yang aneh, jarang ada, mirip tetapi tidak terlalu sama dengan pola tipe III, dan menggolongkannya sebagai tipe IV.
Pemakaian fotografi dalam astronomi membuka kesempatan lebih luas dalam mempelajari spektrum bintang. Pada tahun 1886, Edward Charles Pickering memulai penyelidikan spektrum bintang secara fotografi dengan prisma obyektif di Observatorium Harvard, Amerika Serikat. Berdasarkan pekerjaan awal Secchi, para astronom di Harvard meng-klasifikasikan bintang berdasarkan kuat garis-garis serapan pada deret Balmer dari hidrogen netral (H I), memperluas penggolongan dan menamakan kembali penggolongan dengan huruf A, B, C dan seterusnya hingga P, dimana bintang kelas A memiliki garis serapan atom hidrogen paling kuat, B terkuat berikutnya dan seterusnya.

Klasifikasi Harvard (kelas spektrum)

Asisten-asisten Pickering, Williamina Fleming, Annie Jump Cannon, Antonia Maury, dan Henrietta Swan Leavitt kemudian memulai sebuah proyek skala besar pengklasifikasian spektrum bintang. Antara 1911 dan 1949, 400.000 bintang didaftarkan ke dalam katalog Henry Draper (dinamai menurut sang penyandang dana dan perintis penelitian spektroskopi fotografi Amerika, Henry Draper). Para ‘gadis’ Harvard ini, khususnya Cannon dan Maury, kemudian menyadari adanya sebuah keteraturan dalam semua garis-garis spektral (tidak hanya hidrogen) jika penggolongan bintang-bintang tersebut diurutkan menjadi O, B, A, F, G, K, M. Kelas lainnya dihilangkan karena ditemukan bahwa beberapa di antaranya sebenarnya merupakan kelas yang sama. Untuk mengingat urutan penggolongan ini biasanya digunakan kalimat "Oh Be A Fine Girl Kiss Me". Dengan kualitas spektrogram yang lebih baik memungkinkan penggolongan ke dalam 10 sub-kelas yang diindikasikan oleh sebuah angka arab (0 hingga 9) yang mengikuti huruf.
Pada mulanya urutan pola spektrum ini diduga karena perbedaan susunan kimia atmosfer bintang. Tetapi kemudian disadari bahwa urutan tersebut sebenarnya merupakan urutan temperatur permukaan bintang, setelah pada tahun 1925, Cecilia Payne-Gaposchkin berhasil membuktikan hubungan tersebut.
Bintang-bintang kelas O, B, dan A seringkali disebut sebagai kelas awal, sementara K dan M disebut sebagai kelas akhir. Sebutan ini muncul di awal-awal abad 20, karena A dan B terletak di awal urutan alfabet, sementara K dan M di akhir, tetapi kemudian berkembang teori bahwa bintang mengawali hidup mereka sebagai bintang “kelas awal” yang sangat panas dan secara gradual mendingin menjadi bintang “kelas akhir”. Teori ini sama sekali salah (lihat : evolusi bintang).
Berikut ini adalah daftar kelas bintang dari yang paling panas hingga yang paling dingin (dengan massa, radius dan luminositas dalam satuan Matahari) : [1]
Kelas Temperatur Warna Bintang Massa Radius Luminositas Garis-garis Hidrogen
O 30,000 - 60,000 K Biru 60 15 1,400,000 Lemah
B 10,000 - 30,000 K Biru-putih 18 7 20,000 Menengah
A 7,500 - 10,000 K Putih 3.2 2.5 80 Kuat
F 6,000 - 7,500 K Kuning-putih 1.7 1.3 6 Menengah
G 5,000 - 6,000 K Kuning 1.1 1.1 1.2 Lemah
K 3,500 - 5,000 K Jingga 0.8 0.9 0.4 Sangat lemah
M 2,000 - 3,500 K Merah 0.3 0.4 0.04 Hampir tidak terlihat
Di bawah ini disajikan ciri-ciri dari tiap kelas. Harap diingat bahwa ciri-ciri ini terutama mendasarkan diri pada penampakan garis-garis serapan pola spektrumnya (bukan pada warna atau temperatur-efektifnya). Akan sangat membantu jika dapat memahami diagram Hertzsprung-Russel atau diagram HR terlebih dahulu.

Kelas O

Bintang kelas O adalah bintang yang paling panas, temperatur permukaannya lebih dari 25.000 Kelvin. Bintang deret utama kelas O merupakan bintang yang nampak paling biru, walaupun sebenarnya kebanyakan energinya dipancarkan pada panjang gelombang ungu dan ultraungu. Dalam pola spektrumnya garis-garis serapan terkuat berasal dari atom Helium yang terionisasi 1 kali (He II) dan karbon yang terionisasi dua kali (C III). Garis-garis serapan dari ion lain juga terlihat, di antaranya yang berasal dari ion-ion oksigen, nitrogen, dan silikon. Garis-garis Balmer Hidrogen (hidrogen netral) tidak tampak karena hampir seluruh atom hidrogen berada dalam keadaan terionisasi. Bintang deret utama kelas O sebenarnya adalah bintang paling jarang di antara bintang deret utama lainnya (perbandingannya kira-kira 1 bintang kelas O di antara 32.000 bintang deret utama). Namun karena paling terang, maka tidak terlalu sulit untuk menemukannya. Bintang kelas O bersinar dengan energi 1 juta kali energi yang dihasilkan Matahari. Karena begitu masif, bintang kelas O membakar bahan bakar hidrogennya dengan sangat cepat, sehingga merupakan jenis bintang yang pertama kali meninggalkan deret utama (lihat Diagram Hertzsprung-Russell).
Contoh : Zeta Puppis

Spektrum dari bintang kelas O5V

Kelas B

Bintang kelas B adalah bintang yang cukup panas dengan temperatur permukaan antara 11.000 hingga 25.000 Kelvin dan berwarna putih-biru. Dalam pola spektrumnya garis-garis serapan terkuat berasal dari atom Helium yang netral. Garis-garis Balmer untuk Hidrogen (hidrogen netral) nampak lebih kuat dibandingkan bintang kelas O. Bintang kelas O dan B memiliki umur yang sangat pendek, sehingga tidak sempat bergerak jauh dari daerah dimana mereka dibentuk, dan karena itu cenderung berkumpul bersama dalam sebuah asosiasi OB. Dari seluruh populasi bintang deret utama terdapat sekitar 0,13 % bintang kelas B.
Contoh : Rigel, Spica

Spektrum dari bintang kelas B2II

Kelas A

Bintang kelas A memiliki temperatur permukaan antara 7.500 hingga 11.000 Kelvin dan berwarna putih. Karena tidak terlalu panas maka atom-atom hidrogen di dalam atmosfernya berada dalam keadaan netral sehingga garis-garis Balmer akan terlihat paling kuat pada kelas ini. Beberapa garis serapan logam terionisasi, seperti magnesium, silikon, besi dan kalsium yang terionisasi satu kali (Mg II, Si II, Fe II dan Ca II) juga tampak dalam pola spektrumnya. Bintang kelas A kira-kira hanya 0.63% dari seluruh populasi bintang deret utama.
Contoh : Vega, Sirius

Spektrum dari bintang kelas A2I

Kelas F

Bintang kelas F memiliki temperatur permukaan 6000 hingga 7500 Kelvin, berwarna putih-kuning. Spektrumnya memiliki pola garis-garis Balmer yang lebih lemah daripada bintang kelas A. Beberapa garis serapan logam terionisasi, seperti Fe II dan Ca II dan logam netral seperti besi netral (Fe I) mulai tampak. Bintang kelas F kira-kira 3,1% dari seluruh populasi bintang deret utama.
Contoh : Canopus, Procyon

Spektrum dari bintang kelas F2III

Kelas G

Bintang kelas G mungkin adalah yang paling banyak dipelajari karena Matahari adalah bintang kelas ini. Bintang kelas G memiliki temperatur permukaan antara 5000 hingga 6000 Kelvin dan berwarna kuning. Garis-garis Balmer pada bintang kelas ini lebih lemah daripada bintang kelas F, tetapi garis-garis ion logam dan logam netral semakin menguat. Profil spektrum paling terkenal dari kelas ini adalah profil garis-garis Fraunhofer. Bintang kelas G adalah sekitar 8% dari seluruh populasi bintang deret utama.
Contoh : Matahari, Capella, Alpha Centauri A

Spektrum dari bintang kelas G5III

Kelas K

Bintang kelas K berwarna jingga memiliki temperatur sedikit lebih dingin daripada bintang sekelas Matahari, yaitu antara 3500 hingga 5000 Kelvin. Alpha Centauri B adalah bintang deret utama kelas ini. Beberapa bintang kelas K adalah raksasa dan maharaksasa, seperti misalnya Arcturus. Bintang kelas K memiliki garis-garis Balmer yang sangat lemah. Garis-garis logam netral tampak lebih kuat daripada bintang kelas G. Garis-garis molekul Titanium Oksida (TiO) mulai tampak. Bintang kelas K adalah sekitar 13% dari seluruh populasi bintang deret utama.
Contoh : Alpha Centauri B, Arcturus, Aldebaran

Spektrum dari bintang kelas K4III

Kelas M

Bintang kelas M adalah bintang dengan populasi paling banyak. Bintang ini berwarna merah dengan temperatur permukaan lebih rendah daripada 3500 Kelvin. Semua katai merah adalah bintang kelas ini. Proxima Centauri adalah salah satu contoh bintang deret utama kelas M. Kebanyakan bintang yang berada dalam fase raksasa dan maharaksasa, seperti Antares dan Betelgeuse merupakan kelas ini. Garis-garis serapan di dalam spektrum bintang kelas M terutama berasal dari logam netral. Garis-garis Balmer hampir tidak tampak. Garis-garis molekul Titanium Oksida (TiO) sangat jelas terlihat. Bintang kelas M adalah sekitar 78% dari seluruh populasi bintang deret utama.
Contoh : Proxima Centauri, Antares, Betelgeuse

Spektrum dari bintang kelas M0III

Spektrum dari bintang kelas M6V

Klasifikasi Yerkes (kelas luminositas)

Klasifikasi Yerkes, disebut juga sebagai klasifikasi MKK dari inisial para pengembangnya pada tahun 1943, yaitu William Wilson Morgan, Phillip C. Keenan dan Edith Kellman dari Observatorium Yerkes.
Klasifikasi ini mendasarkan diri pada ketajaman garis-garis spektrum yang sensitif pada gravitasi permukaan bintang. Gravitasi permukaan berhubungan dengan luminositas yang merupakan fungsi dari radius bintang.
Klasifikasi Yerkes atau kelas luminositas membagi bintang-bintang ke dalam kelas berikut :
  • 0 maha maha raksasa (hypergiants) (penambahan yang dilakukan belakangan)
  • I maharaksasa (supergiants)
    • Ia maharaksasa terang
    • Iab kelas antara maharaksasa terang dan yang kurang terang
    • Ib maharaksasa kurang terang
  • II raksasa terang (bright giants)
  • III raksasa (giants)
  • IV sub-raksasa (subgiants)
  • V deret utama atau katai (main sequence atau dwarf)
  • VI sub-katai (subdwarfs)
  • VII katai putih (white dwarfs)

Penyebutan kelas sebuah bintang

Klasifikasi Yerkes yang menyatakan luminositas dan radius sebuah bintang, melengkapi klasifikasi Harvard yang menyatakan temperatur permukaan. Kelas sebuah bintang biasanya dinyatakan dalam dua klasifikasi ini. Dengan demikian kelas sebuah bintang menjadi 'dua dimensi' yang memberikan gambaran letaknya di dalam diagram HR dan selanjutnya dapat memberikan gambaran tahap evolusi bintang tersebut. Sebagai contoh, Matahari adalah bintang dengan kelas G2V, yang berarti merupakan bintang dengan temperatur permukaan sekitar 6000 Kelvin dan merupakan bintang katai yang sedang melakukan pembangkitan energi dari pembakaran hidrogen. Sebagai contoh lainnya, Betelgeuse merupakan bintang dengan kelas M2Iab, yang berarti bintang yang yang sudah ber-evolusi dari bintang katai menjadi maharaksasa di pojok kanan atas diagram HR.
SOURCE:
http://id.wikipedia.org/wiki/Klasifikasi_bintang

About

mein_liebe.inc. Diberdayakan oleh Blogger.

Search

Translate